Karyawan PT. HIP Buol Minta Jaminan Keamanan

0
234

BUOL – Sekitar 500-an karyawan PT Hardaya Inti Plantation (PT. HIP) berunjukrasa ke Kantor Bupati dan DPRD Buol. Mereka meminta jaminan keamanan dalam bekerja karena menurutnya ada pihak-pihak yang terkesan mengancam keselamatannya bekerja di perusahaan kelapa sawit.

Salah seorang peserta unjukrasa mengatakan, akhir-akhir ini ada sekelompok warga yang menuntut lahan sengketa di luar hak guna usaha (HGU) yang sudah ditetapkan Pemkab Buol sebagai lahan status quo. Kelompok ini yang terus menekan pekerja sehingga dianggap sebagai ancaman.

Sejumlah perwakilan pekerja tersebut diterima oleh Asisten I Sekretariat Kabupaten Buol, Ir Supangat bersama staf ahli bupati, Kapolres Buol AKBP Setiadi, dan dari pihak TNI. Tak hanya meminta jaminan keamanan, mereka menuntut pengamanan atas investasi perusahaan di Buol, terutama PT HIP.

Ia mengatakan, jika perusahaan tersebut tidak nyaman dalam berinvestasi di Buol, maka dampaknya akan terasa oleh karyawan yang bekerja. Mulai dari karyawan pabrik sampai kebun terancam akan kehilangan lapangan pekerjaan.

Meskipun sudah diterima oleh Asisten I, namun perwakilan aksi menyayangkan karena baik bupati maupun wakil bupati Buol tidak hadir dalam pertemuan itu. Menurutnya, kehadiran orang nomor satu dan dua di kabupaten itu sangat penting dalam rangka pengambilan kebijakan atas apa yang mereka tuntut.

Sementara itu pada hari yang sama, aksi unjukrasa juga dilakukan oleh Frontal, salah satu kelompok masyarakat di Buol. Frontal bahkan sudah menduduki kantor DPRD Buol sejak dua hari lalu. Mereka mendesak agar DPRD membentuk panitia khusus untuk menyelesaikan sengketa lahan yang berada di luar HGU namun dalam penguasaan PT. HIP. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here