Polisi Pastikan Jenazah Daeng Koro

0
131
Seri foto identitas Pimpinan Militer Mujahid Indonesia Timur (MIT), Daeng Koro alias Sabar Subagyo alias Antad Rawa yang ditunjukkan Polisi kepada wartawan di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (8/4/2015). Identitas Daeng Koro sebagai pimpinan militer MIT yang bermarkas di Poso dipastikan setelah dilakukan tes DNA dan ia tertembak mati oleh aparat Kepolisian saat terjadi kontak senjata di Pegunungan Sakinah Jaya, Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat (3/4/2015) lalu. beritapalu.com/Basri Marzuki/
Seri foto identitas Pimpinan Militer Mujahid Indonesia Timur (MIT), Daeng Koro alias Sabar Subagyo alias Antad Rawa yang ditunjukkan Polisi kepada wartawan di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (8/4/2015). Identitas Daeng Koro sebagai pimpinan militer MIT yang bermarkas di Poso dipastikan setelah dilakukan tes DNA dan ia tertembak mati oleh aparat Kepolisian saat terjadi kontak senjata di Pegunungan Sakinah Jaya, Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat (3/4/2015) lalu. beritapalu.com/Basri Marzuki/

PALU – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memastikan bahwa terduga teroris yang tertembak mati pada kontak senjata di pegunungan Sakinah Jaya, Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat (3/4) lalu adalah Pimpinan Militer Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Daeng Koro alias Sabar Subagyo alias Antad Rawa.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Idham Azis dalam konferensi pers di Ruang Rupatama, Mapolda Sulteng, Rabu (8/4/2015).
Kapolda Sulteng yang saat itu didampingi Wakapolda Sulteng, Kombes Pol Gde Sugianyar dan Wakil Kepala Densus 88, Kombes Pol. Martinus mengatakan, kepastian itu diambil setelah dilakukan identifikasi secara profesional dengan mengacu pada Interpol DVI Guideline. Giudeline itu memberi tiga pilihan identifikasi primer, yaitu analisa sidik jari, analisa gigi forensic dan analisa DNA.
“Tim kita sudah melakukan tes DNA dan hasilnya positif bahwa itu adalah jenazah Daeng Koro alias Sabar Subagyo alias Antad Rawa,” tegas Kapolda Idham.
Kapolda yang juga disertai oleh Kabiddokes Polda Sulteng, AKBP dr Sucipto DFM menerangkan, setibanya jenazah tersebut di RS Bhayangkara, tim identifikasi langsung mengumpulkan data post mortem. Sedangkan pengmuplan data ante mortem dilakukan dengan mencermati foto-foto para DPO teroris yang dimiliki Polda dan Densus 88.
Tim Polda yang dipimpin Dirintelkam juga mendatangi rumah keluarga Daeng Koro di Malino, Morowali dan membawa isteri dan anaknya untuk dipertemukan dengan jenazah sekaligus mengambil sampel DNA-nya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here