Mahasiswa IAIN Palu Protes Pemblokiran Situs Islam

0
248
Sejumlah mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu membawa pamplet pada unjukrasa memprotes pemblokiran situs Islam oleh Keminfo dan Komunikasi di Palu, Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (8/4/2015). Menurut mereka, tidak semua dari 22 situs yang diblokir Keminfo dan Komunikasi itu adalah situs radikal seperti yang dituduhkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). beritapalu.com/Basri Marzuki
Sejumlah mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu membawa pamplet pada unjukrasa memprotes pemblokiran situs Islam oleh Keminfo dan Komunikasi di Palu, Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (8/4/2015). Menurut mereka, tidak semua dari 22 situs yang diblokir Keminfo dan Komunikasi itu adalah situs radikal seperti yang dituduhkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). beritapalu.com/Basri Marzuki

PALU – Sejumlah mahasiswa Institut Agam Islam Negeri (IAIN) Palu memprotes Kementerian Informasi dan Komunikasi yang memblokir situs-situs Islam seperti diminta oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Protes yang ditunjukkan dengan unjuk rasa di depan Kampus IAIN Jalan Diponegoro tersebut dilakukan dengan mimbar bebas dan membagibagikan selebaran.
Selain itu, mahasiswa juga memblokade jalan masuk ke kampus hijau tersebut dan menyerukan mahasiswa lainnya ikut bergabung bersama para aktivis yang dimotori oleh Dewan Mahasiswa IAIN tersebut.
Koordinator aksi, Salehuddin dalam orasinya mengatakan, kebijakan Menkominfo itu merupakan tidakan pembegalan terhadap hak untuk menyiarkan agama, khususnya agam Islam. “Dengan alasan meredam gerakan radikalisme, kemudian pemerintah seenaknya saja memblokir 22 situs Islam. Kebijakan ini secara tidak langsung memberikan efek negatif kepada agama Islam,” teriak Salehudin.
Menurutnya, jika memang situs-situs itu berbahaya, BNPT seharusnya langsung mengambil sikap tegas dengan menangkap pengelola situs. “Namun sampai detik ini, jangankan menangkap, menjelaskan konten mana atau paramaeter situs radikalpun BNPT tidak bisa menjelaskan,” sebutnya.
Ia menegaskan bahwa Islam tidak ada kaitannya dengan terorisme maupun gerakan radikal, karena Islam selalu mengajarkan tentang nilai tolernsi antarumat beragam dan media online merupakan salah satu media untuk menyampaikan dakwah.
Jika kebijakan pemblokiran ini tidak dicabut, maka menurutnya, situasi ini akan memaksa umat Islam di Indonesia untuk menjadi radikal.
Mahasiswa menuntut pencabutan blokir terhadap situs-situs tersebut, juga BNPT dan Mekominfo harus meminta maaf kepada umat Islam. Mereka juga mendesak Presiden agar mengganti Kepala BNPT dan Menkominfo serta mendesak DPR RI melakukan hak angket terkait kebijakan pemblokiran situs tersebut. “Hentikan kriminalisasi terhadap simbol-simbol Islam,” tandasnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here