Plt Kapolri: Teroris Poso Pendukung ISIS

0
275
Sejumlah aparat kepolisian berada di dekat bendera Iraq Suriah Islamic State (ISIS) yang diamankan dari terduga teroris yang ditembak mati di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/4/2015) malam. Kepolisian kembali menembak mati seorang terduga teroris yang diduga kelompok Santoso Cs di Jalur Kebun Kopi, Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (4/4/2015) sore sehingga menjadi dua orang. Sehari sebelumnya (3/4/2015), polisi juga menembak mati terduga teroris di Parigi Moutong yang diduga pelarian dari Poso dan menjadi pendukung ISIS. beritapalu.com/Basri Marzuki
Sejumlah aparat kepolisian berada di dekat bendera Iraq Suriah Islamic State (ISIS) yang diamankan dari terduga teroris yang ditembak mati di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/4/2015) malam. Kepolisian kembali menembak mati seorang terduga teroris yang diduga kelompok Santoso Cs di Jalur Kebun Kopi, Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (4/4/2015) sore sehingga menjadi dua orang. Sehari sebelumnya (3/4/2015), polisi juga menembak mati terduga teroris di Parigi Moutong yang diduga pelarian dari Poso dan menjadi pendukung ISIS. beritapalu.com/Basri Marzuki

PALU – Pelaksana Tugas Kapolri, Komjen Pol. Badrodin Haiti mengatakan, kelompok sipil bersenjata yang selama ini melakukan kegiatan teror di Poso dan sekitarnya adalah para pendukung kelompok Islamic State of Iraq Syiria (ISIS).
Hal itu ditegaskan Badrodin Haiti saat berkunjung ke Palu secara mendadak, Sabtu malam (4/4/2015) di Mapolda Sulteng usaimelihat langsung dua jenazah terduga teroris yang ditembak mati di Jalur Kebun Kopi, Parigi Moutong.
Indikasi kuat bahwa kelompom sipil bersenjata tersebut mendukung ISIS kata Badrodin dapat dilihat dari sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari terduga teroris tersebut.
Ia mengatakan, selain menyita sejumlah senjata laras panjang beserta amunisinya, bom lontong, dan sejumlah senjata tajam lainnya, aparat juga menemukan bendera ISIS.
Sejumlah barang bukti tersebut digelar di ruang Rupatama Mapolda Sulteng.
Badrodin mengingatkan, paham yang dibawa ISIS sangat berbahaya dan semua pihak harus waspada terhadapnya. “Mereka saat ini menyingkir dari Poso karena sedang ada latihan gabungan dari TNI. Mereka harus di waspadai, terutama di sekitar pegunungan yang diperkirakan dilalui,” kata Badrodin yang saat itu menyempatkan diri melihat peta terjadinya kontak senjata yang melibatkan kelompok sipil bersenjata tersebut dengan aparat Polri. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here