Published On: Sat, Apr 4th, 2015

Cerita Di Balik Kemegahan Katedral Jakarta

Share This
Tags
katedral Jakarta. shutterstock

katedral Jakarta. shutterstock

JAKARTA – Gereja Katedral Santa Maria Jakarta berdiri kokoh 100 tahun lebih, bersebelahan dengan Masjid Istiqlal. Kedua rumah ibadah ini setiap hari begitu ramai dikunjungi oleh jamaahnya sendiri atau pun oleh wisatawan yang ingin menyaksikan kemegahan bangunan tersebut.

Informasi dihimpun, Gereja Katedral Santa Maria awalnya merupakan Gereja Katolik pertama di Batavia yang merupakan sumbangan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendles yang terletak di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat. Gereja itu didirikan pada tahun 1810 oleh Komisaris Jenderal Leonardus Petrus Josephus Burggraaf Du Bus de Gisignies yang kala itu berjasa untuk mengusahakan tempat yang baru untuk mendirikan Gereja di sudut Watetloopin (sekarang Lapangan Banteng).

Ada banyak peristiwa yangg mewarnai gereja ini. Pada tahun 1924, untuk pertama kalinya seorang Uskup ditahbis dalam Gereja Ketedral yaitu Mgr A Van Velsen Sj. Tahun-tahun berikutnya sidang pertama majelis wali-wali gereja Indonesia dalam rumah Katedral.

Gereja bergaya neo-gotik ini bentuk dasarnya terdiri dari salib sepanjang 60 m, lebar bagian utama 10 m ditambah 5 m di setiap sisinya. Pada pintu masuk utama terdapat patung Santa Maria dan inskripsi Latin ‘Beatam Me Dicentes Omnes Generations’ yang berarti ‘Segala keturunan menyebut aku bahagia’.

Gereja Katedral memiliki tiga menara. Pertama, Menara Anggelus Dei, terletak di atap bagian tengah mempunyai ketinggian 45 m dari dasar bangunan gereja. Kedua, Menara Benteng Daud, terletak di sisi kanan kiri pintu masuk utama mempunyai ketinggian 60 m. Ketiga, Menara Gading, terletak di sisi kanan pintu masuk utama dengan tinggi 60 m. Selain itu, di antara menara Benteng Daud dan menara gading terdapat jendela kaca bundar yang dikenal dengan sebutan Rozeta.

Gereja yang menjadi kebanggaan umat Katolik Indonesia biasanya dihadiri 1.000 lebih jemaat di ruang utama dan balkon pada hari Minggu biasa. Namun pada hari raya seperti Natal dan Paskah bisa menampung 3.000 jemaat. (merdeka.com)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>