Titik Terbaik Menyaksikan Gerhana Matahari Total Ada di Palu

0
233
Foto: www.fark.com
Foto: www.fark.com

PALU – Fenomena alam berupa gerhana matahari total yang menurut hitungan para astronom akan terjadi kembali pada 9 Maret 2016. Kejadian langka itu akan dapat terlihat di sejumlah wilayah di dunia termasuk di Indonesia. Namun titik terbaik menyaksikannya berada di Palu.

“Beberapa kota di Indonesia mulai dari Barat hingga ke Timur bisa juga menyaksikan gerhana matahari ini, namun titik terbaik menyaksikannya adalah di Palu,” ungkap Dr. Mahasena Putra, Astronom Bosscha Observatory, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada sosialisasi gerhana matahari bertajuk Palu Total Solar Eclipse 2016 di Palu, Kamis (2/4).

Mahasena menyebutkan, beberapa kota yang dilalui garis dimana gerhana matahari total itu terjadi adalah Palembang, Palangkaraya, Palu dan Ternate. Meskipun di Palembang dan Palangkaraya garis gerhana matahari itu juga dilewati, namun dipastikan penampakannya tidak seindah di Palu. Sebabnya, derajat kemunculan di kedua kota itu masih sekitar 7 derajat, atau masih sangat pagi dan umunya di kedua kota itu jika pagi diselimuti awan. Demikian pula di Ternate, derajat penampakannya malah sudah cukup tinggi dan kemungkinan juga terttutp awan.

Berbeda dengan Palu lanjutnya, titik penampakannya sudah terihat pada sekitar 12 derajat pada posisi pukul 7.27 Wita. “Prediksi pergerakan awan sesuai dengan simulasi cuaca yang kita lakukan akan sama dengan hari ini (cerah, red),” sebut Mahasana sambil memperagakan simulasi cuaca melalui software yang dibawanya dari ITB melalui projector.

Ia mengatakan puncak gerhana matahari total itu terjadi sekitar pukul 8.38 waktu setempat dengan durasi sekitar 2 menit 6 detik dan durasi keseluruhan mulai saat pertama kali bayangan matahari dan bulan bersinggungan, tertutup dan terleas kembali akan terjadi selama sekitar 2 setengah jam.

Makanya menurut Mahasena, dirinya tidak heran jika hotel-hotel di Palu sudah full booked untuk kejadian pada hari itu. Para pemburu gerhana matahari jauh sebelumnya sudah menjadwalkan kedatangannya untuk menyaksikan kejadian alam langka itu di Palu. “Saya mendapat informasi dari asosiasi hotel di Palu ini kalau seluruh kamarnya sudah terisi oleh tamu-tamu dari luar negeri,” ujarnya. (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here