Pasukan TNI akan Luluhlantakkan Gunung Biru

0
176

POSO – Selasa (31/3) hari ini, pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) TNI yang melaksanakan latihan perang di Poso akan menggempur Gunung Biru Tamanjeka kecamatan Poso Pesisir. Sedikitnya 3.222 pasukan dilibatkan dalam penggempuran tersebut.
Selain latihan perang, pasukan dari berbagai kesatuan elit itu juga akan menyapu sarang persembunyian kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah. TNI juga akan mengerahkan lima kapal perang pengebom, 6 pesawat tempur serbu F-16, termasuk 12 helikopter. Penyerangan udara dilakukan dengan pesawat F-16 yang akan menjatuhkan bom sebanyak 6 buah. Daya rusak setiap bom mencapai luas satu hektar.
Direktur pelatihan perang PPRC TNI, Brigjen TNI Surawahadi pada pemaparannya kepada wartawan dihadapan Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Pos Pengendali Latihan Perang Bandara Kasiguncu, Senin (30/3) sore menjelaskan, latihan perang PPRC merupakan latihan perang gabungan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Latihan diskenariokan pada perlawanan PPRC TNI terhadap kelompok radikal.
“Ada negara teror yang memiliki kekuatan lumayan besar. Dan mereka ingin menguasai tiga negara. Yaitu Tailand, Indonesia, dan philipina,” terangnya pada pemaparan skenario latihan perang tersebut. Di Indonesia jenderal Bintang Satu itu, negara teror mengirim satu devisi dengan kekuatan yang lumayan. Namun kekuatan devisi teror yang dikirim dari negara teror itu akan dihancurkan sebagian oleh pasukan TNI yang sisanya sekitar satu pleton masuk ke daerah Gunung Biru. “Kekuatan kelompok radikal inilah yang diskenariokan diserang dan dilumpuhkan dengan kekuata TNI,” tandasnya.
Pada latihan perang itu, serangan pertama dilakukan ke gunung biru menggunakan rudal dan ditembakan dari empat kapal perang RI, KRI Hasanuddin.Setelah penembakan dari kapal perang, pasukan marinir turun dari kapal dan bergerak naik ke Gunung Biru menggunakan tank dan sebagian berjalan kaki.
Pergerakan pasukan marinir diawali dengan serangan bom roket dari pesawat tempur dan disusul serangan roket marinir. “Sasaran serangan perang yang di skenariokan adalah tempat kekuatan kelompok radikal,” terang Surawahadi. Pergerakan pasukan marinir diikuti oleh pasukan elit angkatan darat (Kopassus) dan pasukan elit angkatan udara (Kopaskhasau) melalui titik dan jalur yang telah ditentukan.
Khusus pasukan Linud akan terjun dari pesawat di daerah persawahan desa Masani. “Pasukan Linud yang akan turun sebanyak satu batalyon,” rincinya. Dalam latihan perang, selain pesawat dan kapal perang, TNI juga mengerahkan 5 helikopter, dua helibel, 2 heli L-35. Latihan tempur berat ini akan dilakukan PPRC TNI selama sehari.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, selain melaksanakan latihan operasi perang, TNI juga menggelar latihan operasi intelejen, operasi teritorial, dan operasi kamtibmas. Operasi intelejen dilakukan dengan memberi gambaran soal situasi Poso, situasi medan operasi, dan situasi cuaca. Operasi intelejen dilanjutkan dengan operasi tempur.
“Setelah operasi tempur selesai, dilakukanlah operasi teritorial. Karenanya kita akan melaksanakan operasi teritorial. Operasi rehabilitasi dilakukan oleh PPRC dan kesatuan TNI lain,” jelas Jenderal Moeldoko.
Rehabilitasi dalam bentuk fisik dan bangunan, sdangkan operasi teritorial berbentuk rekonstruksi seperti bakti sosial, pengobatan gratis, bedah rumah, imbuh Pangdam VII/WRB Mayjend TNI Bactiar.
Latihan perang PPRC TNI yang dimulakan pada Selasa (31/3) sore dan akan dikendalikan langsung panglima TNI Moeldoko. Panglima TNI Moeldoko tiba di Poso pada Senin (30/3) menggunakan pesawat TNI AU CN-235. Moeldoko didamping dua kepala Staf TNI, yaitu kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan kepala staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here