Home Sulawesi Tengah Donggala Konflik Tapal Batas Didominasi Perebutan Potensi Sumberdaya Alam

Konflik Tapal Batas Didominasi Perebutan Potensi Sumberdaya Alam

DONGGALA- Konflik tapal batas didominasi atau menyeruak disebabkan oleh potensi sumberdaya alam yang dimiliki suatu daerah. Hal itu terungkap pada saat seminar Menegaskan Tapal Batas Menutup Ruang Konflik  yang dilaksanakan Forum Masyarakat Peduli Demokrasi di Gedung Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Selasa(13/5).

Ketua panitia pelaksana seminar, Subarkah mengatakan tidak jelasnya batas wilayah atau tapal batas antara wilayah merupakan sebuah permasalahan yang nantinya dapat menghambat laju pertumbuhan di dua daerah yang saling berbatasan, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut peran pemerintah mesti bergerak cepat, sehingga masalah ini tidak menghambat program pembangunan yang sedang terjadi di kedua wilayah utamanya mengenai potensi sumberdaya yang dimiliki masing-masing daerah.

“Bicara soal tapal batas soal klasik yang setiap saat butuh perhatian namun tidak selesai, konflik yang menyeruak bukan soal pelayanan publik tapi soal akses sumberdaya dan problem itu selalu terjadi di Indonesia tidak terkecuali dengan wilayah di Sulteng baik antar provinsi maupun di level Kabupaten bahkan di tingkal paling kecil yakni desa,”Ungkap Subarkah.

Dia menambahkan, kenapa tapal batas yang kerap menjadi soal, karena selalu berangkat atau dilatarbelakangi oleh potensi sumberdaya alam. Tapi sangat jarang dilihat konflik tapal batas itu dilihat dari sisi  pelayanan publik.

“Mari kita perhatikan yang sesungguhnya  masyarakat yang berada di tapal batas justeru  yang kurang mendapatkan pelayanan publik semisal pendidikan, kesehatan dan infrastruktur termasuk ketertinggalan dari sisi pembangunan ekonominya, ini yang jarang disentuh. Akan tetapi jika soal potensi sumberdaya alam maka sangat responsifnya dalam menyikapinya ketimbang menyikapi soal-soal pelayanan publik,”Ungkapnya.

Tahmidy Lasahido, Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tadulako menyampaikan akar masalah tapal batas akan tumbuh terkait resource. misalnya soal tambang, dihulu ada tambang dan bisa bergeser dan menyebabkan  batas alam kemudian berpindah dan tentunya bisa mengubah batas-batas yang ada sebelumnya.

“Ini jelas terkait resource ekonomi dan suatu saat bisa terjadi apalagi mulai kabur soal budaya dan sosial pasti akan memicu konflik terlebih lagi tidak diatur. Maka penting untuk membicarakan persoalan ini,”Ujarnya.

Dalam acara seminar itu, Yusuf Lamakampali selaku Aisten Bagian Pemerintahan dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Abdul Madjid Yunus juga hadir sebagai narasumber yang diikuti masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, jurnalis

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version