Obyek Wisata Tanjung Karang Tetap Jadi Primadona

0
158

PALU-Obyek wisata pantai Tanjung Karang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada saat hari lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah hingga akhir liburan tetap ramai pengunjung dan menjadi pilihan primadona bagi warga yang datang dari berbagai wilayah di Sulteng.

Warga Edi Wicaksono mengatakan obyek wisata pasir putih Tanjung Karang sangat diminati wisatawan lokal yang ada di sekitar wilayah kabupaten Donggala, baik dari Kabupaten Sigi, Palu bahkan dari kabupaten lainnya terlebih-lebih pada hari libur panjang seperti hari raya Idul Fitri.

“Sejak hari lebaran hingga akhir liburan lebaran kemarin jumlah pengunjung wisata pantai Tanjung Karang terus dipadati para pengunjung yang setiap harinya bisa mencapai kuranglebih seribu orang,”sebutnya

Dari pantauan di pantai Tanjung Karang sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua sulit mendapatkan lahan parkir. Namun demikian hal itu tidak mengurungkan niat pengunjung untuk tetap menikmati pemandangan Tanjung Karang dan berenang serta menikmati pemandangan bawah air dengan menggunakan perahu yang dilapisi kaca.

Ramainya kunjungan wisatawan lokal tersebut memberikan keuntungan bagi warga setempat yang memberikan pelayanan jasa parkir yang biayanya mencapai Rp10.000 per kendaraan dengan harga tiket masuk Rp2.500.Belum lagi jasa penyewaan perahu yang bisa melihat pemandangan bawah air yang dikenakan biaya Rp20.000 per kepala demikian pula dengan banana boat Rp25.000 per kepala.

Sementara itu bagi warga yang menginap disediakan cottage-cottage yang tersebar di sepanjang bibir pantai dengan harga yang cukup fantastis dibanding hari  biasa yang hanya Rp250.000 per malam meningkat menjadi Rp750.000 hingga Rp850.000 per malam.

Namun demikian menurut Edi Wicaksono indahnya pantai Tanjung Karang tidak lepas dari ancaman kerusakan dan hilangnya ruang bagi publik mengingat banyak bangunan-bangunan telah menjadi ruang private yang telah mengambil ruang publik.

“Kondisi demikian diperparah lagi dengan tidak jelasnya pengelolaan obyek wisata oleh instansi terkait,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Yayasan Bonebula Andi Anwar yang juga penggiat wisata bawah air di Pantai Tanjung Karang mengatakan sebagai warga yang mencintai wisata bahari sangat menyayangkan dengan kondisi wisata pantai Tanjung Karang karena kurangnya kesadaran pengunjung akan kebersihan.

“Banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung membuat pantai bahkan pemandangan bawah air bisa rusak karena sampah bisa merusak karang-karang indah serta habitat yang berada di karang tersebut,”Ungkapnya prihatin.

Ia menyampaikan Tanjung Karang mungkin belum sepenuhnya orang mengetahui betapa indahnya pemandangan bawah air wilayah Tanjung Karang mengingat terdapat puluhan spot penyelaman di wilayah itu berbeda dengan wilayah lainnya yang harus mencapai spot-spot penyelaman cukup jauh dan memakan waktu lama.

“Tanjung Karang memiliki spot-spot penyelaman yang tidak kalah indah dari wilayah-wilayah lainnya, sayang jika kita tidak bisa menjaga keindahan yang ada,”Pinta Andi Anwar.(bal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here