BEM Untad Tolak Kenaikan Harga BBM

PALU – Ratusan mahasiswa yang dikoordinir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tadulako (Untad) turun ke jalan untuk menandai penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah.

Ratusan mahasiswa tersebut bergerak dari Kampus Untad di Tondo mengendarai sepeda motor sekitar pukul 1000 Wita. Konvoi kendaraan itu terhenti di Jalan Samratulangi dan bergerak kembali ke Kantor DPRD Sulteng dengan berjalan kaki. Sembari membawa spanduk bertuliskan penolakan kenaikan harga BBM, mahasiswa yang mewakili berbagai fakultas itu bergantian berorasi di atas kendaraan pick up bermuatan pengeras suara.

Rombongan mahasiswa itu tertahan di depan pintu masuk kantor DPRD Sulteng hingga akhirnya diberi akses masuk ke depan kantor tersebut. Mereka menolak berdialog ketika ditawrkan kesempatan dialog dengan anggota dewan. Katanr lantang, tidak ada dialog karena sikap mereka sudah jelas, yakni menolak kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM menurutnya hanya akan makin menyengsarakan rakyat.

“Kami sudah mengkaji dalam berbagai aspeknya, kenaikan BBM tidak hanya memusingkan pemilik kendaraan, tetapi juga berimbas kepada rakyat lainnya secara keseluruhan, harga-harga pasti naik dan ujung-ujungnya rakyat kecil juga yang menderita,” teriak salah seorang orator dengan pengeras suaranya.

Mereka tidak puas dengan jawaban salah seorang anggota dewan yang tidak jelas katanya ketika ditanya sepakat atau tidak dengan kenaikan harga BBM itu. Ketidakpuasan itu membuat ratusan mahasiswa itu terlihat kecewa dan segera meninggalkan tempat aksi menuju Kantor Polda Sulteng. Di Kantor PoldaSulteng, mereka pun berorasi dan kemudian kembali dengan tertib. (a’da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here