Triwulan II/2013 Perekonomian Sulteng Diperkirakan Tumbuh 10,19 Persen

PALU- Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah pada triwulan II/2013 diperkirakan tumbuh sebesar 10,19% ± 0,50% (yoy), atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I-2013 sebesar 10,57% (yoy). Namun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 9,45% (yoy).
Deputy Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah Rahmat Hernowo mengatakan  di sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan II-2013 di dorong oleh kinerja pada komponen konsumsi dan komponen investasi.

“Konsumsi rumah tangga diperkirakan cenderung meningkat seiring dengan adanya panen raya padi, kenaikan gaji pegawai swasta dan PNS serta tetap ekspansifnya kredit konsumsi perbankan,”Kata Rahmat Hernowo.

Dia menambahkan kinerja investasi masih melanjutkan tren positif seperti triwulan-triwulan sebelumnya. Masih besarnya dana yang akan diinvestasikan PT Donggi Senoro hingga tahun 2014 menyebabkan kinerja kelompok investasi masih tumbuh tinggi ke depan.

“Secara sektoral pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2013 diperkirakan dominan bersumber dari sektor pertambangan, sektor pertanian,dan sektor bangunan,”Ungkapnya.

Sementara itu, untuk sektor pertanian diperkirakan tumbuh positif. Pertumbuhan sektor pertanian ditopang oleh subsektor tabama seiring dengan musim panen raya pada April s.d. Mei -2013.

Pertumbuhan tinggi pada sektor pertambangan diperkirakan berlanjut pada triwulan II/2013 seiring dengan tetap tingginya proses eksploitasi bahan tambang dalam bentuk ore dan melakukan ekspor ke luar negeri.

Tak hanya itu, mulai meningkatnya realisasi APBD dan APBN di triwulan II-2013, tetap tingginya proyek konstruksi LNG Donggi Senoro, maraknya pembangunan berbagai properti menjadi faktor utama tetap tingginya kinerja sektor bangunan.

Berdasarkan perkembangan inflasi pada triwulan I/2013, diperkirakan Kota Palu pada triwulan II/2013 mengalami inflasi tahunan (yoy) sebesar 5,21%+ 0,5% atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4,99% (yoy).

Di sisi lain inflasi triwulanan (qtq) diperkirakan mencapai 0,99% + 0,5% atau lebih rendah dibandingkan dengan inflasi triwulanan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,72% (qtq).Di sisi penawaran, tekanan inflasi pada triwulan II-2013 diperkirakan cukup tinggi.

“Hal ini disebabkan karena adanya wacana kenaikan BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah pada triwulan II/2013 hingga adanya kejelasan anggaran untuk kompensasi Bantuan Langsung Masyarakat Tunai (BLMT) yang akan dimasukkan dalam APBN Perubahan (APBN-P),”Ujar Rahmat Hernowo.

Akan tetapi di sisi penawaran juga terdapat downward risk seperti berlangsungnya panen raya padi serta revisi aturan pembatasan hortikultura. Di sisi permintaan, tekanan inflasi diperkirakan cenderung meningkat.

Faktor membaiknya pendapatan perkapita penduduk pasca panen raya, kenaikan UMP dan kenaikan gaji pegawai swasta dan PNS, faktor realisasi investasi yang tinggi serta faktor meningkatnya realisasi APBD dan APBN di Sulawesi Tengah menjadi faktor upward risk di sisi permintaan.

Berdasarkan Survei Konsumen, ekspektasi inflasi 3 bulan yang akan datang meningkat akibat adanya Adanya wacana kenaikan harga BBM. Sementara di sisi eksternal, risiko peningkatan inflasi bersumber dari harga emas internasional yang diperkirakan akan meningkat kembali (rebound).(bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here