Putra Bupati Tolitoli Diduga Peras Pengusaha

PALU – Kasus dugaan pemerasaan dilakukan oleh putra bupati toli toli M Saleh Bantilan, dugaan pemerasan itu diduga dilakukan oleh putra kedua sang bupati, Muh Besar Bantilan yang biasa juga dipanggil Esar.

Dugaan pemerasan itu dicuitkan oleh akun anonim @burunghantu1913 yang kemudian diretweet oleh akun

@triomacan2000, akun anonim di dunia twitteryang selama ini dikenal getol mengungkap kasus kasus penyimpangan, suap dan korupsi di indnesia.

Dalam cuitnya itu, @burunghantu1913 menulis sepak terjang esar, sang putra mahkota yang meminta fee proyek kepada pengusaha, bahkan sampai melakukan pengancaman dengan melibatkan ormas yang diketahui tengah dia pimpin di Tolitoli.

Dari cuit yang telah menjadi konsumsi publik itu juga diketahui, kasus permintaan fee proyek ini diungkapkan oleh salah seorang pengusaha bernama Hendrik Pangalila, yang merasa resah dengan ulah anak bupati.

Dalam penuturannya kepada beberapa media, Hendrik mengaku dimintai uang senilai Rp 400 juta sebagai fee dari proyek pembangunan kamar operasi dan ruang perawat Rumah Sakit Umum Daerah Mokopido TOlitoli senilai Rp 300 Miliar pada tahun 2012 lalu.

Dalam cuitnya ia juga melampirkan foto bukti kwitansi penyerahan uang kepada anak bupati melalui perantara bernama Tora, dalam kwitansi itu diketahui terjadi beberapa kali transaksi penyerahan uang secara bertahap diantaranya pada tanggal 12 September 2012 sebesar Rp.40 Juta, pada tanggal 9 Oktober sebesar Rp.25 juta  dan pada tanggal 20 Desember 2012 senilai Rp 50 Juta Rupiah. Dari pengakuan Hendrik, Esar telah mengambil uang sekitar Rp 260 Juta dari 400 juta yang ia minta.

Sementara itu, Tora yang namanya tercantum dalam kwitansi ketika dikonfirmasi oleh wartawan mengakui jika tandatangan yang tercantum dalam kwitansi itu adalah tanda tangannya, “iya itu tanda tangan saya, tapi sumpah saya tidak tau kalo itu untuk fee proyek, karena dalam kwitansi tidak tercantum perihal uang itu dibayarkan,” ujarnya.

Menurutnya, ia cuma disuruh oleh Esar untuk mengambil uang. “Yang saya tau, saya disuruh menagih utang ,” jelasnya. (ballo/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here