PT Vale Indonesia catat laba US$31,5 juta pada Triwulan Pertama 2013

PALU–PT Vale Indonesia Tbk mencatat laba sebesar US$31,5 juta pada triwulan pertama 2013 lebih besar dibandingkan dengan laba  yang dicapai pada triwulan yang sama pada 2012 yakni US$3,8 juta.
Presiden direktur PT Vale Nico Kanter mengatakan pada triwulan 1-2013 Vale memproduksi 18.514 metrik ton  nikel  dan mencatat laba sebesar US$31,5 juta pada triwulan pertama 2013 lebih besar dibandingkan dengan laba  yang dicapai pada triwulan yang sama pada 2012 yakni US$3,8 juta.

“Melihat hasil ini, manajemen PT Vale tetap berkeyakinan bahwa Perseroan dapat mencapai target peningkatan produksi 2013 sebesar 10% lebih tinggi dibandingkan produksi 2012.
Produksi triwulan pertama ini 49% lebih tinggi dibandingkan produksi triwulan 1-2012 sebesar 12.431 metrik ton,”Nico Kanter,Selasa(7/5/2013)

Namun demikian, produksi kali ini menurun 13% dibandingkan dengan produksi pada triwulan 4 -2012  terutama karena perseroan melakukan aktifitas pemeliharaan pada salah satu tanur listrik.

Penjualan nikel matte pada triwulan 1-2013 sebesar 18.899 metrik ton  dibandingkan 20.768 metrik ton pada triwuan 4-2012 dan 12.732 metrik ton pada triwulan 1-2012. Harga realisasi rata?rata nikel PT Vale pada triwulan 1-2013 4% sedikit lebih tinggi dari harga pada triwulan 4-2012 sebesar US$13.176 per ton.

“Namun karena ketidakpastian ekonomi global berlanjut hingga awal tahun ini maka harga realisasi rata?rata nikel kami tersebut masih 12% lebih rendah dari pada triwulan 1-2012 sebesar US$15.470 per ton,”Sebutnya.

Dia menjelaskan rendahnya produksi di triwuln 1-2013 dibandingkan triwulan 4-2012 sebagian diimbangi lebih tingginya harga realisasi rata?rata di triwulan 1-2013 dibandingkan di triwulan 4-2012 sehingga pendapatan menurun 6% dari US$273,6 juta pada triwulan 4-2012 menjadi US$258,4 juta pada triwulan 1-2013.

Beban pokok pendapatan Perseroan pada triwulan 1-2013 juga sedikit mengalami penurunan
sebesar 1% dari triwulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh rendahnya penggunaan bahan bakar dan komponen bahan pembantu akibat rendahnya tingkat produksi, diimbangi oleh biaya pemeliharaan.

“Perseroan mengkonsumsi 607.539 barel Minyak Bakar Bersulfur Tinggi (HSFO) dengan biaya rata?rata US$103,05 per barel pada triwuln 1-2013 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 655.520 barel dengan biaya rata?rata US$108,87 per barel,”Ungkapnya.

Nico juga menyampaika  Perseroan juga menggunakan 14.433 kiloliter bahan bakar diesel dengan biaya rata?rata US$0,85 per liter sementara pada triwulan 4-2012 sebesar 15.108 kiloliter dengan biaya rata?rata US$0,86 per liter.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$74,0 juta pada triwulan 1-2013. Dibandingkan dengan EBITDA pada triwulan 4-2012, EBITDA yang dicapai pada Triwulan 1-2013 adalah 13% lebih rendah karena menurunnya volume penjualan.

Disampaikan pula pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan tanggal 23 April 2013, pemegang saham Perseroan menyetujui beberapa resolusi diantaranya pembagian dividen tahun 2012 final sebesar US$0,00252 per saham, setara dengan US$25 juta.

“Setelah mempertimbangkan dividen interim yang dibayarkan pada Desember 2012, Perseroan akan membagikan dividen kurang lebih US$50 juta atau sekitar 74% dari laba tahun 2012. Pembayaran dividen ini mencerminkan komitmen PT Vale untuk mewujudkan nilai dan menghasilkan pengembalian investasi bagi pemegang saham, serta komitmen Perseroan dalam berdisiplin mengalokasikan modalnya,”Ungkapnya.

Selama triwulan ini, Perseroan mengeluarkan US$47,9 juta belanja modal, dalam basis pengeluaran keuangan, terutama untuk pembelian dan penggantian peralatan, perbaikan jalan, pelaksanaan Program Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan (Operational Maintenance and Improvement Program – OMIP) dan Proyek Konversi Batubara Tahap 1 (Coal Conversion Project – CCP1)(bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here