Kiesman Abdullah Tutup Usia

0
247

PALU – Innalillahi wainna ilihi rajiun. Mantan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah periode 1998-2001, Drs. H. Kiesman Abdullah, M.Si tutup usia. Almarhum menghmebuskan nafas terakhir di kediamannya Jalan DI Panjaitan Palu sekitar pukul 12.50 Wita karena penyakit ginjal yang dideritanya. Almarhum wafat dalam usia 73 tahun 10 bulan.

Ir. H. Syafruddin Abdullah, adik almarhum menyatakan, sebelum wafat, almarhum sempat dirawat selama sepekan di dua rumah sakit yakni Rumah Sakit Bala Keselamatan (BK) dan RSUD Undata. Namun karena kondisi almarhum yang tak kunjung membaik, keluarga sepakat memulangkan ke rumah. Tidak berselang lam setibanya di rumah, almurhum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Semasa hidupnya, selain pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Gubernur, almarhum dalam karirnya di birokrasi dimulai dari bawah. Mulai dari Kepala Sub Dinas Pendidikan Swasta Pertanian pada Direktorat Pendidikan Pertanian Departemen Pertanian Pusat di Jakarta. Kemudian menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Umum, Keamanan di Kantor Bupati KDH Tingkat II Donggala di tahun 1969-1970.

Almarhum juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Ketataprajaan dan Keamanan pada Kantor Bupati Donggala tahun 1970-1973. Kepala Direktorat Kesejahteraan Rakyat di kantor Gubernur KDH Tingkat I Sulteng tahun 1973-1978. Pernah pula menjabat sebagai Walikota Administratif Palu di tahun 1978-1986.

Almarhum yang lahir di Palu 26 Juli 1939 tersebut juga tercatat sebagai Asisten Administrasi dan Umum pada Sekwilda Tingkat I Sulteng dan Asisten Ketataprajaan pada Sekwilda Tingkat I Sulteng pada tahn 1993-1998.

Sejumlah organisasi juga dilakoni almarhum semasa hidupnya, antara lain Organisasi Mahasiswa Intra Universitas 17 Agustus 1945 di Jakarta, anggota dewan penasehat Golkar Donggala, Ketua Persadi Daerah Sulteng, Ketua STIE Panca Marga Sulteng, anggota Dewan Pertimbangan Nasional Angkatan 45, Ketua Majelis Pembimbing Cabang GErakan pramuka Kota Palu.

Ketika Poso berkonflik, almarhum pernah diberi kepercayaan khusus oleh pemerintah sebagai Ketua Tim Rekonsiliasi Daerah Kerusuhan Poso pada 1998-2001. Pernah pula sebagai anggota presidium Pengembangan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia sejak tahun 2000 hingga akhir hayatnya.

Almarhum meninggalkan seorang isteri, Dra. Hj. Lelly S. Hamzah, tiga orang anak, dan tiga orang cucu. Alamarhum akan dikebumikan pada Selasa (14/5) pagi di pemakaman keluarga di Desa Mpanau, Sigibiromaru, Sigi. (a’da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here