Pendapatan Sulteng dari Minyak Bumi Rp1,5 Miliar

PALU-Pendapatan Provinsi Sulawesi Tengah dari minyak bumi hanya Rp1,5 miliar pada 2012 pendapatan tersebut diperoleh dari hasil penjualan minyak bumi yang dikelola oleh JOB Medco Pertamina di Tiaka.

Bambang Sunaryo Kepala Dinas Energi  Dan Sumberdaya Mineral  Sulteng mengatakan terkait pendapatan dari minyak bumi setiap triwulan dilakukan rekonsiliasi sehingga pemerintah  provinsi senantiasa mengetahui penjualan yang dilakukan oleh perusahaan.

“Tahun ini kilang minyak tiaka menargetkan produksi  kuranglebih 7.775 barel lebih rendah dari target tahun lalu sekitar 9.000 barel,”Sebut Bambang

Penurunan target produksi tersebut diakibatkan adanya masalah di sumur  dan kini masih dalam perbaikan yang menyebabkan target triwulan sebesar 30% hanya bisa terealisasi 7% dari 7.775 barel.

Dia menyebutkan selain faktor sumur tersebut, produksi kilang minyak tiaka juga merosot karena terjadinya peristiwa dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi kilang minyak Tiaka pada 2011 yang lalu.

Namun demikian jika produksi minyak bumi dari Tiaka bisa mencapai target 100% maka pendapatan Sulteng dari minyak bisa mencapai Rp1,5 miliar namun jika tidak mungkin hanya berkisar Rp1 miliar terlebih lagi harga minyak bumi perbarel mengalami fluktuasi.  
Kilang Minyak Tiaka yang dikelola oleh JOB Medco Pertamina beroperasi  pada 2005 dengan cadangan minyak mencapai 6 juta barel.Di lapangan minyak Tiaka, operator memiliki enam sumur yakni Tiaka 5, Tiaka 6, Tiaka 7, Tiaka 8, Tiaka 9, Tiaka 10. Sejak awal pengeboran tahun 2005, Tiaka 7 memiliki kandungan gas sehingga ditutup.

Sementara itu Kepala Bidang Migas ESDM Sulteng Indra mengatakan wilayah Sulteng memiliki beberapa wilayah yang juga memiliki cadangan minyak seperti Blok Surumana dan 11 titik berada di wilayah Teluk Tomini serta Teluk Tolo. Namun dari proses survei yang dilakukan untuk blok Surumana diperoleh hasil dry hall.(bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here