Pemprov Sulteng Bisa Usulkan Tambahan Kuota BBM

PALU – Meskipun kuota tahunan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah ditetapkan, namun pemerintah provinsi masih bisa mengusulkan kuota kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Fleksibilitas itu dimungkinkan jika terjadi hal-hal yang diluar kondisi umum terjadi di daerah.

“Kementerian ESDM memang menetapkan kuota BBM setiap tahunnya. Berdasarkan kuota itu, Pertamina menyiapkan BBM untuk disalurkan di daerah bersangkutan. Namun demikian, pemprov bisa mengusulkan tambahan kuota jika ada hal-hal khusus, misalnya pertumbuhan kendaraan yang semakin tinggi, pertambahan penduduk dan sebagainya,” ujar Kepala Dnas ESDM Provinsi Sulteng, Bambang Sunaryo dalam diskusi di Presroom Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (8/5).

Bambang menyebutkan, untuk tahun 2013 ini, Sulteng mendapatkan kuota lebih besar sekitar 8 persen dari tahun 2012 lalu. Peningkatan kuota itu tidak lepas dari kondisi-kondisi yang berkembang tersebut. “Pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi, pertambahan jumlah kendaraan juga naik cepat, demikian pula tingkat pendapatan masyarakat semakin baik. Hal-hal inilah yang membuat penambahan kuota itu bertambah,” sebutnya.

Meski demikian kata Bambang, penambahan kuota itu harus terukur karena dampaknya bisa pada jatah pemenuhan BBM di daerah lainnya. Selain itu, penambahan kuota itu terkait pula dengan sejumlah biaya subsidi yang diberikan. “Kita tidak bisa meminta tambah sedemikian banyak karena tekanannya pasti pada konsumsi BBM yang kemungkinan tidak terkendali,” sebutnya.

Seharusnya katanya, kuota yang ada sekarang sudah cukup, namun menjadi terasa kurang karena banyaknya kasus-kasus penyelewengan. Karena itu, ia mengimbau agar semua pihak turut mengawasi penyaluran BBM itu agar tidak sampai salah sasaran yang menyebkan terjadinya kekurangan.

Ia mencontohkan, untuk Kota Palu saja sebutnya, kuota tahunannya untuk premium mencapai 12 juta kilo liter, namun baru sampai pada bulan April penyalurannya sudah mencapai 50 persen. “Nah kenapa jadi besar begitu? itulah yang kita coba kendalikan. Seharusnya penyaluran sebesar itu nanti pada pertengahan tahun, tapi ini baru April sudah sedemikian banyak,” ungkapnya. (a’da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here