ESDM Sulteng Kembangkan Energi Geothermal

PALU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah mengembangkan energi alternatif panas bumi (geothermal) untuk mengurangi ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM). Itu dikemukakan Kepala Dinas ESDM Sulteng, Bambang Sunaryo pada diskusi bertajuk Kesiapan Menghadapai Kenaikan Harga BBM di Press Room kantor Gubernur Sulteng, Rabu (8/5).

Energi geothermal yang dilirik itu berlokasi di dua kabupaten, yakni di Sigi dan Donggala. Di Sigi, energi panas bumi itu berpusat di Desa Bora, sedangkan di Donggala berlokasi di Desa Marana. Diprediksi, jika kedua basis energi alternatif itu berproduksi, bisa menghasilakn sampai 130 MW listrik yang akan mampu menerangi Sulawesi Tengah. “Saat ini kita sedang jalan,” ungkap Bambang.

Selain mengembangkan energi alternatif dari geothermal itu, pihaknya juga sedang menjajaki pemanfaatan energi matahari. Letak goegrafis Sulawesi Tengah katanya sangat memungkinkan untuk pemanfaatan energi matahari tersebut.

Bio Energy di Parigi Moutong dan Tojo Unauna juga disebutkan akan mendapat perhatian dalam rangka pengurangan ketergantungan pada BBM tersebut. “Ini menjadi penting karena pemanfaatannya sangat mendukung upaya perbaikan lingkungan,” jelasnya.

Di sisi lainnya, ESDM Sulteng juga sedang mengkaji pemanfaatan sisa-sisa sawit. Sulteng dinilai sangat potensi untuk hal tersebut. Beberapa daerah di Sulteng sangat banyak sisa-sisa sawitnya yang tidak dimanfaatkan. (a’da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here