Sektor Pertambangan dan Penggalian Tumbuh Tinggi

PALU-Pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2013 pada sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sangat tinggi yaitu 70,07% yang dipicu oleh pertumbuhan sub sektor pertambangan bukan migas yang tumbuh 157,70 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah Yohanes De Brito Priyono mengatakan pada Triwulan I- 2013  semua sektor mengalami peningkatan. PDRB total meningkat sebesar 10,57 % dengan pertumbuhan sektoral tertinggi berada pada sektor pertambangan dan penggalian di susul pada urutan kedua pada sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar 12,10%.Namun sektor pertanian tetap menjadi satu sumber pertumbuhn tertinggi.

Sementara yang lainnya seperti sektor sektor pertanian sebesar 6,72 %,sektor industri manufaktur 5,14 %, sektor listrik, gas dan air bersih 8,31 %, sektor konstruksi 8,23 %, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 1,30 %, pengangkutan dan komunikasi meningkat  8, 39 %, dan sektor  jasa-jasa 9,34 %.

“Namun demikian sektor pertanian masih merupakan salah satu sumber pertumbuhan utama perekonomian Sulteng pada Triwulan I-2013, tumbuh 6,72 %. Sektor ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian, karena total  nilai tambahnya yang terbesar,”Ungkap Yohanes.

Dia menambahkan pertumbuhan sektor pertanian karena terjadi peningkatan produksi di sub-sektor tanaman bahan makanan sebesar 5,49 %, subsektor perkebunan 7,18 %, sub-sektor perikanan yakni mencapai 11,60 %, sub sektor peternakan 7,27 %, dan kehutanan 0,48 %.

Sementara itu nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada Triwulan IV-2012 mencapai Rp 13.835 miliar, kemudian pada triwulan I-2013  menjadi Rp13.676 miliar. Selanjutnya nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 Triwulan IV-2012 adalah sebesar Rp 5.629 miliar dan pada Triwulan I-2013 menurun menjadi  Rp 5.537  miliar.

Lebih lanjut dia Yohanes merinci pada triwulan I-2013, sektor penunjang besaran PDRB atas dasar harga berlaku yaitu sektor pertanian sebesar Rp4.816 miliar, kemudian sektor jasa-jasa sebesar Rp 2.374 miliar disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp1.577 miliar, sektor industri manufaktur Rp877 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 953 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp1.066 miliar, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 653 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 1.272 miliar, serta sektor listrik, gas dan air bersih Rp 89 miliar.

Sedangkan untuk PDRB atas dasar harga konstan 2000, setiap sektor lapangan usaha  memberikan nilai tambah bruto yang besarannya berbeda yaitu sektor pertanian sebesar Rp 2.059 miliar, kemudian sektor jasa-jasa sebesar Rp 866 miliar disusul oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 672 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 405 miliar, sektor industri manufaktur Rp 314  miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 417 miliar, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 262 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 504 miliar serta sektor listrik,gas dan air bersih Rp 38 miliar.(Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here