Perbaikan Rumah Adat Lobo akan Diresmikan

1
244

foto: Zulkifli PagessaPALU – Rumah adat Lobo yang terletak di Ngata (desa) Toro, Kulawi, Sigi yang diperbaiki (revitalisasi) sejak Desember 2012 lalu akan diresmikan pada Jumat, 3 Mei 2013. Demikian dikatakan Zulkifli Pagessa, salah seorang pegiat tradisi dan budaya dari Ikatan Keluarga Arsitektur Tadulako (IKAT) Sulawesi Tengah dalam rilisnya yang diterima redaksi beritapalu.com, Rabu (1/5).

Zulkifli yang akrab disapa Uun ini menjelaskan,revitalisasi rumah adat Lobo ini diinisiasi oleh Rumah Asuh, sebuah gerakan untuk menyelamatkan dan melestarikan pusaka kearifan lokal arsitektur nusantara yang dipelopori oleh Yoni Antar, salah seorang arsitek terkemuka. Gerakan Yayasan Rumah Asuh yang telah dimulai sejak tahun 2008 ini adalah dengan melakukan revitalisasi dan membangun kembali warisan pusaka arsitektur tradisional yang ada di Nusantara. Program ini telah dimulai di Sintang, Kalimantan Barat dan Kampung Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Pembiayaan proses revitalisasi ini didukung penuh oleh Yayasan Tirto Utomo dan swadaya masyarakat adat Ngata Toro. Sementara pendokumentasian proses revitalisasi ini di fasilitasi oleh Ikatan Keluarga Arsitektur Tadulako dan Komunitas Tadulako Tradisional, sebuah komunitas arsitek muda di Kota Palu yang peduli dengan arsitektur tradisional di Sulawesi Tengah.

Seluruh wilayah di Nusantara sangat kaya akan warisan kultural, seperti halnya wilayah Kabupaten Sigi yang mewarisi salah satu kebudayaan tertua di Pulau Sulawesi. Salah satu dari warisan kultural yang tidak ternilai harganya itu adalah bangunan rumah adat dengan bentuk arsitektur yang khas dan beragam. Seperti halnya beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Sigi, Ngata Toro juga masih melestarikan warisan kultural mereka yang berupa bangunan rumah adat. Salah satu warisan arsitektur tradisional Nusantara tersebut adalah Lobo, sebuah tipe rumah adat dengan bentukan arsitektur tradisional khas Kulawi.

Gerakan Yayasan Rumah Asuh yang telah dimulai sejak tahun 2008 ini adalah dengan melakukan revitalisasi dan membangun kembali warisan pusaka arsitektur tradisional yang ada di Nusantara. Program ini telah dimulai di Sintang, Kalimantan Barat dan Kampung Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Rumah adat Lobo yang berada di Ngata Toro, Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi juga memperoleh kesempatan untuk menjadi bagian dari program revitalisasi warisan pusaka arsitektur tradisional yang dilakukan oleh Rumah Asuh ini. Pembiayaan program revitalisasi rumah adat Lobo ini mendapat dukungan penuh dari Ibu Lisa Tirto Utomo melalui Yayasan Tirto Utomo dan swadaya masyarakat adat Ngata Toro. Proses revitalisasi rumah adat Lobo Ngata Toro yang telah dimulai sejak bulan Desember 2012 tersebut didokumentasikan secara rinci oleh civitas akademika Jurusan Arsitektur Universitas Tadulako melalui Ikatan Keluarga Arsitektur Tadulako (IKAT) dan Komunitas Tadulako Tradisional, sebuah komunitas arsitek muda di Kota Palu yang peduli terhadap arsitektur tradisional di wilayah Sulawesi Tengah.

Program revitalisasi rumah adat Lobo Ngata Toro ini juga mendapat dukungan dari Bupati Sigi dan Pemerintah Kabupaten Sigi, yang dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sigi. Rangkaian proses inagurasi revitalisasi rumah adat Lobo Ngata Toro ini akan digelar sejak tanggal 2 Mei 2013 beberapa prosesi upacara adat yang menjadi bagian dari pembangunan rumah adat Lobo tersebut antara lain upacara Pantudui, Pampede Lobo, Mentimbe dan tarian sakral Raego. Melengkapi prosesi inagurasi tersebut, Suprapto Suryodharmo, seorang empu tari tradisi Indonesia juga akan melakukan performance movement di Sungai Meve, Ngata Toro. Prosesi revitalisasi rumah adat Lobo Ngata Toro yang mengikuti tradisi aslinya ini adalah sebuah peristiwa budaya yang sangat langka dan sayang jika dilewatkan.(a’da)

1 COMMENT

  1. Mohon bantuanx agar sy bisa brkomunikasi dgn kluarga sy..nor hp sy 082-353-200-614,,bbm 5B68502F..nama samsul agama islam,sy anak dr desa toro,ibu bernama ice adik wati n aco,sy merantau ke sulsel sjak 1992 sampe skrng 2015 blum prnh kmbli ke desa toro.trima ksh banyak sblumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here