Published On: Wed, May 1st, 2013

Ewindo Luncurkan Benih Unggul Tahan Virus

Share This
Tags

SIGI – Produsen benih sayran hibrida cap “Panah merah”, PT. East West Seed Indonesia (Ewindo) meluncurkan berbagai varietas baru benih sayuran lokal seperti tomat, timun dan kacang panjang yang tahan terhadap serangan virus Gemini di Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (1/5).

Virus Gemini adalah salah satu penyakit tanaman yang menyebabkan tanaman sayur kerdil dan dalam beberapa kasus, tanaman tidak bisa berproduksi,membuat hasil panen petani merosot hingga lebih dari 50 persen.

“Sejak lima tahun terakhir, virus Gemini menyerang secara luas tanaman hortikultura di Sulawesi Tengah, khusunya di Palu, Sigi dan daerah sekitarnya. Kami berharap dengan adanya varietas baru ini dapat memenuhi kebutuhan petani akan benih yang bermutu dan tahan terhadap virus Gemini tersebut,” ujar Direktur Sales and Marketing Ewindo, Afrizal Gindow saat launching benih tersebut di desa Sidera, Sigibiromaru, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (1/5).

Kecenderungan serangan virus Gemini ditandai dengan munculnya warna kuning pada daun, keriting, kerdil dan tidak bisa berproduksi. Ironisnya karena serangannya dari tahun ke tahun terus meningkat.

Afrizal mengurai, varietas benih unggul tahan virus Gemini yang diluncurkan itu terdiri dari varietas benih unggul untuk tanaman tomat (Servo, Tymoti, Tantya), kacang panjang (Parade Tavi dan Kanton Tavi) serta timun (Metavy).

Sigi adalah salah satu sentra hortikultura di Kawasan Timur Indonesia yang potensial dengan potensi lahan penanaman tomat mencapai 1.000-2.000 ha, timun 500 ha dan kacang panjang 500 ha. Produksi sayuran dipasarkan untuk kebutuhan lokal selain ke daerah-daerah Sulawesi lainnya, Kalimantan, Papua dan bahkan sampai ke Malaysia.

Selain meluncurkan varietas baru, Ewindo juga mengundang sekitar 200 petani dari wilayah Labuan, Poso, Donggala, Sigi dan Tolitoli untuk berdiskusi mengenai budidaya serta pegendalian virus pada tanaman.

Kami terus berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada petani di seluruh Indonesia agar dapat meningkatkan produktivitanya guna mewujudkan ketahanan pangan yang sesuai degan visi perusahaan kami untuk menjadi sahabat terbaik serta meningkatkan kesejahteraan petani,” terang Afrizal.

Ewindo juga bekerjasam degan SMK Biromaru untuk memberikan transfer teknologi di bidang pembenihan hortikultura. Sebanyak 40 siswa mengikuti program magang di dua petani mitra Ewindo, yakni Boimin dan Suharyanto. Di akhir praktik magang itu, siswa tersebut diharapkan sudah siap bekerja dan atau membuka lahan sendiri untuk dikelola secara baik.

“Sebagai perusahaan pemulia benih, kami percaya dengan potensi pengembangan hortikulutra nasional termasuk kemampuan sumber daya manusianya. Melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan ini kami ingin terjadi alih teknologi maju di bidang pemuliaan tanaman sekaligus memupuk keyakinan generasi muda terhadap masa depan pertanian khususnya industri hortikultura nasional,” tandas Afrizal. (a’da)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>