Digelar Public Expose dan Pameran Foto Jelang HUT Sulteng

PALU – Public Expose dan Pameran foto bertajuk ‘Sulteng Menuju Setengah Abad’ digelar di Kantor Gubernur Sulteng, Senin (8/4). Public Expose dan Pameran foto itu adalah hasil kerjasama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu dengan Bagian Humas dan Protokol Setda Prov Sulteng dan Press Room Pemprov Sulteng yang akan berlangsung hingga 13 April mendatang atau pada puncak peringatan HUT ke-49 Provinsi Sulteng.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Sulteng, Andi Syahril Yotolembah, SE kepada beritapalu.com mengatakan, ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan terkait dengan peringatan HUT Sulteng tersebut, namun baru kali ini dirangkai dengan pameran foto. “Selain pameran foto, juga digelar public expose yang diorganisir langsung oleh Press Room Pemprov Sulteng,” ujar Syahril.

Syahril mengapresiasi inisiatif para wartawan yang tergabung dalama komunitas di Press Room. Setidaknya katanya, public expose dan pameran foto itu menjadi salah satu bentuk kontribusi langsung dari para awak media terhadap pembangunan daerah.

“Kegiatan Public Expose dan Pameran Foto itu sama sekali tidak termasuk dalam mata anggaran untuk peringatan HUT Provinsi Sulteng. Ini adalah semata-mata inisiatif dan kreativitas teman-teman wartawan termasuk wartawan foto untuk melaksanakan kegiatan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Press Room Pemprov Sulteng, Adha Nadjemuddin menjelaskan, Public Expose dan Pameran foto adalah dua rangakaian kegiatan yang dilaksanakan secara serentak. “Public Expose dilakukan di ruang Press Room Kantor Gubernur. Kegiatannya yaitu mengundang kepala-kepala SKPD secara bergiliran untuk memperesentasikan programnya sesuai dengan tema yang diberikan, yaitu Menuju Sulteng Setengah Abad  yang dihadiri oleh para awak media, mulai dari cetak, online, televisi,” jelasnya.

Public Expose itu lanjutnya, tidak sekadar dalam rangka memeriahkan HUT SUlteng, tapi sekaligus mencoba membiasakan para SKPD untuk melakukan pemaparan programnya di Press Room. “Pimpinan SKPD tidak perlu repot-repot jika ingin mempresentasikan atau mensosialisasikan programnya, karena Press Room, salah satunya hadir untuk itu,” terang pria berkumis ini.

Lebih dari itu kata wartawan LKBN Antara ini, kebiasaan pemaparan di Press Room akan mencegah praktik-praktik jurnalistik yang menyalahi etika. “Di Press Room, semua wartawannya jelas dan pasti  punya media,” tegasnya.

Untuk pameran foto, pelaksanaannya diserahkan kepada Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu yang dinilai berkompeten untuk itu dan mengambil tempat di ruang lobi Kantor Gubernur Sulteng.

Ketua PFI Palu, Basri Marzuki menyebutkan, lebih dari 60 foto yang didisplay pada ajang tersebut. Foto-foto tersebut adalah hasil bidikan pewarta foto yang nyata-nyata memotret untuk kebutuhan berita setiap harinya. Hampir semua foto yang ditampilkan bercerita tentang aspek pembangunan Sulteng dalam kaitannya dengan perjalanan Sulteng menunju setengah abad, mulai dari aspek kesehtan, pendidikan, budaya, seni, politik, infrastruktur, ekonomi dan sebagainya.

Foto-foto tersebut tidak hanya menampilkan sisi positif tetapi juga negatifnya. “Ada banyak foto yang sifatnya kritik terhadap pemerintah. Ini adalah sumbangsih kita kepada pemerintah setempat, bahwa masih ada hal-hal atau fakta di masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam proses pembangunan ini,” jelasnya. (a’da)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak di Parimo

Wed Apr 10 , 2013
PALU – Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah selama tahun 2011 terbanyak di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yaitu sebanyak 78.771 jiwa. Sedangkan secara persentase, angka tertinggi berada di Kabupaten Tojo Unauna, yaitu mencapi 22,37 persen dari jumlah penduduk wilayah tersebut. Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it […]

Recent Post