Aset perbankan di Sulteng meningkat hingga Rp17.109 miliar

0
140

Palu- Kinerja perbankan di Sulawesi Tengah pada triwulan IV ini menunjukkan perkembangan yang positif. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya pertumbuhan volume usaha, kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Volume usaha perbankan di Sulawesi Tengah pada triwulan  laporan tercatat sebesar Rp17.109 miliar, meningkat sebesar Rp3.181 miliar atau 22,84% dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun lalu (yoy).

“Peningkatan pertumbuhan volume usaha (aset) ini terutama didorong oleh tingginya ekspansi usaha perbankan seiring dengan laju pertumbuhan perekonomian Sulawesi Tengah yang cukup tinggi,”Ungkap Wuryanto Deputi Pemimpin Bidang Moneter Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah.

Wuryanto mengatakan geliat tumbuhnya ekonomi Sulawesi Tengah ini antara lain terlihat dari adanya pembangunan hotel, perumahan, pusat perbelanjaan, perkebunan kelapa sawit dan kehadiran perusahaan besar seperti PT Donggi Senoro LNG, sehingga membutuhkan pendanaan dari dunia perbankan. “Dan ini sekaligus menjadi tantangan perbankan untuk menjangkau berbagai wilayah potensial tersebut”ujarnya.

Disebutkan pertumbuhan aset di sisi pasiva terutama berasal dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) berupa tabungan sebesar Rp896 miliar atau tumbuh 15,63% (yoy). Struktur pendanaan bank masih didominasi oleh tabungan yang memiliki pangsa 64,27%, diikuti Pertumbuhan aset di sisi pasiva terutama berasal dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) berupa tabungan sebesar Rp896 miliar atau tumbuh 15,63% (yoy).

Selain itu pula struktur pendanaan bank masih didominasi oleh tabungan yang memiliki pangsa 64,27%, diikuti deposito dan giro masing-masing 19,01% dan 16,72%. Sementara itu, di sisi aktiva
pertumbuhan aset terjadi pada pos kredit yang diberikan yang tumbuh sebesar 25,83%
(yoy).

“Hal ini terutama disebabkan oleh lingkungan usaha yang kondusif dan suku bunga yang cukup bersaing sehingga mendorong tingginya permintaan kredit perbankan, baik nasabah perorangan maupun korporasi,”kata Wuryanto.

Dari data yang ada Jumlah DPK yang berhasil dihimpun sebesar Rp10.307 miliar sedangkan penyaluran kredit perbankan pada triwulan laporan tercatat sebesar Rp14.542 miliar, sehingga Rasio Loan to Deposits (LDR) sebesar 141,09% atau meningkat apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2011 yaitu sebesar 126,42%.

Peningkatan LDR terjadi karena pertumbuhan kredit yang relatif lebih besar dibandingkan
dengan pertumbuhan dana. Sementara itu, kualitas kredit yang diberikan menunjukkan perkembangan yang membaik, tercermin dari rasio NPL-gross yang masih tetap terjaga di level rendah. Pada triwulan IV-2011 NPL-gross tercatat 2,71%, menjadi 2,09% pada triwulan III-2012 dan1,69% pada triwulan laporan.(bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here