Home Indeks Hutan Tanaman Rakyat diharapkan mengurangi kemiskinan di Sulteng

Hutan Tanaman Rakyat diharapkan mengurangi kemiskinan di Sulteng

Palu :Sebagian besar masyarakat miskin di wilayah Sulawesi Tengah berada di sekitar dan di dalam kawasan hutan sekaitan dengan hal itu Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah mendorong masyarakat untuk mengelola hutan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui skema Hutan Tanaman Rakyat.

Nahardi, Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan pemerintah saat telah berupaya mempermudah akses tanaman hutan rakyat yang benar-benar dikelola masyarakat bukan kelompok pemodal kaya

Disebutkan sekitar 80 persen penduduk miskin di Sulteng berada di sekitar hutan dari  “Hutan yang bisa dikelola masyarakat kini telah ditetapkan sebagai area tanaman hutan rakyat. Mereka harus diberdayakan untuk meningkatkan kesesjahteraannya dengan diberi ijin mengelola hutan”ujarnya usai membuka workshop tentang pemberdayaan hutan untuk rakyat miskin Rabu(28/11),

Ia menyebutkan di wilayah Sulteng telah dialokasikan lahan sebesar 23.000 hektare untuk areal tanaman hutan rakyat yang tersebar di lima kabupaten, yakni Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan dan Tolitoli.

“Skema kehutanan yang ada memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengelola hutan dan dikelola dengan baik sehingga harapannya kedepan masyarakat yang berada di sekitar maupun di dalam kawasan hutan,” Harap Nahardi.

Selain itu ia juga mengharapkan untuk lima kabupaten lainnya di Sulteng juga bisa memanfaatkan  kawasan tanaman hutan rakyat yang bisa ditanami pohon untuk selanjutnya dimanfaatkan secara ekonomis.

Sekaitan dengan pengelolaan kawasan maka pemerintah pun juga berusaha untuk memberikan ijin usaha untuk mengelola hutan kepada rakyat secara mudah. “Jangan cuma pengusaha saja yang diberi akses, masyarakat miskin juga harus diberi kesempatan,”tegasnya.

Hal itu ia sampaikan mengingat masyarakat selama ini hanya terkesan sebagai penumpang saja di kawasan hutan produksi dan tidak bisa menikmati hasil secara ekonomis. Kawasan hutan produksi di Sulteng saat ini luasnya mencapai 2,2 juta hektare.

Selain tanaman hutan rakyat, pemerintah saat ini juga sedang menupayakan adanya hutan kemasyarakatan dan hutan desa. “Kalau perlu di setiap kecamatan ada hutan desa yang memiiki banyak fungsi yang dapat pula mengurangi angka kemiskinan”pinta Nahardi.

Akses masyarakat untuk mengelola hutan didasari dengan keluarnya kebijakan Permenhut No. 37 tahun 2009 tentang Hutan Kemasyarakatan, Permenhut No 49 Tahun 2009 tentang Hutan Desa dan Permenhut No. 23 Tahun 2009 tentang hutan Tanaman Rakyat, maka terbuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memberikan peluang pemenuhan hak atas sumberdaya hutan bagi masyarakat untuk diakses dan dimanfaatkan secara berkesinambungan yang member dampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga petani hutan khususnya rumah tangga miskin yang tidak memiliki lahan.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version