Perusahaan Pers Di Jakarta Dihimbau Menaikkan Upah Jurnalis 2013 Secara Signifikan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta Tahun 2013 sebesar Rp 2.200.000 per bulan atau naik 40% dari UMP DKI Jakarta tahun 2012. UMP 2013 di DKI Jakarta ini juga lebih besar dari dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL) DKI Jakarta 2013 yang ditetapkan sebesar Rp 1.978.789 per bulan.

Penetapan UMP DKI Jakarta 2013 ini juga harus dipatuhi oleh perusahaan pers. AJI Jakarta masih menemukan perusahaan pers yang masih memberikan upah kepada jurnalisnya di bawah UMP 2013. Dalam survei gaji AJI Jakarta yang dilakukan Mei 2012, masih ditemukan upah jurnalis di bawah Rp 2.000.000 per bulan. Setelah UMP DKI Jakarta 2013 ditetapkan, tahun depan tidak ada alasan lagi bagi perusahaan pers tersebut untuk memberikan upah di bawah UMP 2013.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 90 Undang-Undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, pemberian upah sesuai UMP bersifat wajib. Bagi perusahaan yang tidak mampu, perusahaan hanya dapat menangguhkan pembayaran UMP atas kesepakatan dengan karyawan, namun tidak dapat menghilangkan kewajiban ini. Dengan demikian, perusahaan yang membayar upah jurnalis di bawah UMP merupakan tindakan melanggar hukum. Sesuai pasal 185 UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sanki bagi perusahaan yang membayar upah dibawah UMP adalah hukuman pidana penjara antara 1-4 tahun atau denda Rp 100 juta hingga Rp 400 juta.

Penetapan UMP DKI Jakarta 2013 oleh Gubernur DKI Jakarta juga momentum bagi perusahaan pers yang telah memberikan upah di atas UMP 2013. Perusahaan pers tersebut perlu menaikkan upah jurnalisnya tahun depan secara signifikan pula. Sebab rata-rata upah jurnalis setingkat reporter di Jakarta masih rendah, di bawah standar upah layak AJI Jakarta tahun ini sebesar Rp 4,9 juta per bulan untuk tingkat reporter. Dengan penetapan UMP DKI Jakarta 2013 yang naik signifikan, sudah semestinya perusahaan pers di Jakarta ikut menyesuaikan upah para jurnalisnya menjadi lebih layak.

Berikut ini sikap dan himbauan AJI Jakarta:

1. AJI Jakarta menghimbau perusahaan pers segera berunding dengan serikat pekerja media masing-masing untuk menetapkan upah jurnalis dan pekerja media tahun 2013.

2. AJI Jakarta menghimbau perusahaan pers untuk memberikan upah tahun 2013 di atas upah layak AJI Jakarta 2012 sebesar Rp 4,9 juta per bulan untuk reporter dengan pengalaman 1-3 tahun.

3. AJI Jakarta membuka posko pengaduan untuk jurnalis yang tahun depan masih mendapatkan upah di bawah UMP 2013. AJI Jakarta akan menindaklanjuti laporan ini kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Demikian pernyataan sikap AJI Jakarta terkait UMP DKI 2013 Jakarta yang baru saja ditetapkan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here