BNI Beri Rp 1 Miliar untuk Pusat Riset Madu Sumbawa

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan dana sebesar Rp 1 miliar yang akan digunakan untuk membangun ruang kelas Sekolah Tinggi Teknologi Sumbawa (STTS). STTS ini diharapkan akan berkembang menjadi proyek percontohan pusat pengembangan Madu Hutan Sumbawa yang diharapkan bisa bermetamorfosa dari usaha rumahan menjadi sebuah industri berbasis kapasitas lokal.

Dengan langkah ini, ada aliran dana yang langsung dapat digunakan untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas, secara langsung dari pusat penghasil produk unggulannya, dalam hal ini Madu Hutan Sumbawa. Saat ini ada mitra binaan BNI dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang mengembangkan Madu Hutan Sumbawa, yakni Muhammad Rakib. Rakib sendiri memimpin Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS) di Desa Batudulang, Kecamatan Batulanteh.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo bersama Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan melepas secara simbolis 1 ton Madu Hutan Sumbawa yang dihasilkan Rakib ke pasar di Sumbawa, Minggu (13/11/2012). Ini dilakukan bersamaan dengan penyerahan secara resmi dana bina lingkungan yang dikelola dalam program Corporate Community Responsibility (CCR) BNI senilai Rp 1 miliar untuk membangun tiga ruang kuliah STTS, plus penanaman bibit pohon untuk penghijauan di sekitar kampus sebagai bagian dari program Penanaman Sejuta Bibit Pohon BNI tahun 2012.

“Dapat kami sampaikan, total Madu Hutan Sumbawa yang akan diproduksi dan dikirim oleh mitra binaan BNI  hingga akhir tahun 2012 sebesar 3 ton,” tutur Gatot.

Ruang kuliah yang dibantu BNI sendiri akan digunakan untuk tiga jurusan di STTS, yakni jurusan Teknik Mesin Konversi, Teknik Metalurgi Pertambangan, dan Teknologi Informatika. Selanjutnya, komplek perkuliahan ini akan dikembangkan untuk jurusan Teknik Kimia, Arsitektur, dan Pertanian. Komplek perkuliahan ini kemudian diberi nama Gedung BNI Untuk Negeri.

300.000 Pohon
Pada kesempatan yang sama, kompleks perguruan tinggi ini akan dihijaukan oleh penanaman bibit pohon hasil pengembangan BNI. Ini merupakan bagian dari penghijauan yang dilakukan BNI untuk ikut mengurangi emisi gas karbon di Indonesia.

“Kami harapkan bibit pohon tersebut dapat ditanam dan dipelihara dengan baik melalui partisipasi seluruh civitas akademika STTS. Dengan demikian STTS tidak hanya mencetak generasi yang unggul tetapi juga peduli pada lingkungan dan turut berperan dalam pengurangan emisi karbon melalui penghijauan dan pengelolaan hutan yang lestari,” ungkap Gatot.

Sejak awal tahun hingga Oktober 2012, BNI sudah menanam 300.000 bibit pohon di seluruh Indonesia, yakni di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Adapun jenis pohon yang ditanam antara lain pohon jabon, merbau, sengon, gamelina, mahoni, trembesi, hingga pohon suren.

Selama ini, ada serangkaian aktivitas BNI untuk menguatkan lingkungan, yakni mendukung Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di Yogyakarta, membangun beberapa hutan kota di Indonesia, mendistribusikan satu juta bibit pohon secara gratis kepada masyarakat, dan mendukung rehabilitasi satwa asli hutan Indonesia (orangutan) di Kalimantan Tengah.
“BNI sebenarnya dapat membangun Research & Development Center khusus untuk Madu Hutan Sumbawa di STTS,” ujar Gatot.(sumber www.bni.co.id/berita bni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here