Gubernur Sulteng Minta PT CMA tidak Beraktivitas

0
51

Palu-Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Longky Djanggola meminta Perusahaan PT Cahaya Manunggal Abadi untuk menghentikkan aktivitasnya.

Gubernur Sulteng Longky Djanggola mengatakan perlu dicermati terkait peristiwa yang terjadi penolakan terhadap perusahaan yang menimbulkan jatuhnya korban,”Kita perlu melihat apakah dimana letak persoalannya, apakah terkai izin atau menyangkut sosialisasinya,”ujar Gubernur Sulteng, Jumat(20/7).

Ia juga meminta agar semua pihak agar menahan diri dan bupati harus melakukan evaluasi terkait izin usaha pertambangan yang dikeluarkannya termasuk meminta masyarakat bersama pemerintah untuk duduk bersama sekaitan permasalahan yang ada.

“Soal izin pertambangan itu menjadi kewenangan bupati dan ini menjadi catatan kita bersama dan mengkaji kembali terkait pengambilan keputusan, padahal izin usaha pertambangannya pun sudah lama dikeluarkan nanti sekarang baru terjadi masalah”katanya.

PT CMA sendiri telah mengantongi legitimasi oleh Bupati Donggala melalui izin usaha pertambangan (IUP) Nomor 188.45/02888/DESDM/2010 dengan luas konsesi 5.000 hektar yang terletak di Kecamatan Balaesang Tanjung.

Longky Djanggola menyesali atas terjadinya peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban meninggal dunia dan luka-luka  dan meminta agar pihak kepolisian bisa melakukan intropeksi dan evaluasi terhadap kerja-kerjanya dilapangan.“Kalaupun tindakan itu mesti dilakukan harusnya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,”pintanya.

Akibat dari penolakan masyarakat terhadap perusahaan tambang tersebut menyebabkan Masdudin (50) meninggal dunia dan empat orang lainnya luka-luka terkena tembakan pihak kepolisian pada Rabu(18/7) lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here