Jumlah uang palsu setiap tahun meningkat

PALU-Bank Indonesia Palu menyatakan setiap tahunnya terjadi peningkatan uang palsu dari beberapa pecahan uang kertas.

Pemimpin Bank Indonesia Palu, Rahmat Hernowo, hari ini mengatakan setiap tahunnya ia menerima data dari bank yang beroperasi di Sulawesi Tengah yang melaporkan adanya uang palsu,”sekalipun dalam jumlah yang sedikit namun setiap tahunnya terjadi angka peningkatan dan hal ini juga penting untuk dicermati,”ungkapnya diruang rapat kerja KBI Palu.

Ia menyebutkan ditahun 2009 tercatat 41 lembar uang kertas palsu, 2010 naik menjadi 44 lembar dan 2011 ditemukan 82 uang kertas palsu serta hingga april 2012 sudah tercatat 68 uang kertas Palsu. 

“Uang kertas tertinggi yang dipalsukan selama kurun 4 tahun ini adalah pecahan Rp100.000 sebanyak 114 lembar, Rp50.000 tercatat 112 lembar, dan Rp20.000 sebanyak 7 lembar sedangkan pecahan Rp10.000 hanya 2 lembar jadi total keseluruhan  mencapai 235 lembar,”Rinci Rahmat Hernowo.

Ditambahkan pula bahwa data tersebut merupakan data dari perbankan belum lagi yang ada di kepolisian bahkan kemungkinan di masyarakat juga masih ada uang palsu yang beredar mengingat hal ini seperti fenomena gunung es.

Terkait hal itu, Rahmat Hernowo mengimbau agar masyarakat harus memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah sangat diperlukan bagi setiap masyarakat agar terhindar dari kerugian akibat peredaran uang palsu. 

Upaya pengedaran uang palsu oleh oknum yang ingin memperoleh keuntungan cepat dengan cara melanggar hukum, semakin marak terjadi di hampir seluruh provinsi diIndonesia. 

Olehnya Bank Indonesia Palu secara rutin melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dan cara memperlakukan uang dengan baik kepada masyarakat luas. “Harapannya, masyarakat dapat memahami dengan benar ciri-ciri keaslian uang rupiah, sehingga dapat meminimalisasi peredaran uang palsu,”Pintanya.(bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here