PALU – Rencana pemerintah Sulawesi Tengah untuk menertibkan penambang emas liar di Kelurahan Poboya, Kota Palu akhirnya berubah. Penertiban yang harusnya dilakukan tanggal 3 September itu diundur menjadi 5 September 2011.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyatakan, diundurnya penertiban tambang emas Poboya itu berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas instansi di kantor Gubernur Sulteng, Selasa siang.
Menurut Longki, alasan diundurnya jadwal penertiban itu adalah pada 3 September 2011, semua instansi yang terlibat penertiban penambang libur bersama.

“Pada tanggal 3 September itu semua instansi masih dalam waktu cuti bersama, sehingga diputuskan penertiban akan dilakukan tanggal 5 September 2011,” ujar Longki Selasa (23/08).

Longki menegaskan, langkah penertiban itu adalah menata kembali kawasan penambangan dan tidak ada penutupan tambang Poboya.

Penataan kembali yang dimaksud itu adalah menjadikan kawasan penambangan emas Poboya dan sekitarnya menjadi ramah lingkungan dan bukan mencemari lingkungan yang mengancam keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Soal maraknya warga pendatang yang menjadi pekerja tambang, Longki mengaku akan didata ulang.
“Ke depan, para penambang yang dari luar Sulteng harus jelas alamat, sesuai kelompok dan areal tambangnya,” katanya.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana di kesempatan berbeda  mengatakan, penghentian aktivitas penambang itu dilakukan dalam rangka penataan kembali dengan memperhatikan dampak kerusakan lingkungannya.

Dari penelitian BLH Kota Palu, kadar merkuri dalam limbah yang dihasilkan sebesar 0.03 mg/liter.
Angka ini melebihi standar baku mutu yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri LH Nomor 202/2004 yaitu batas toleransi sebesar 0.005mg/liter.(bp002)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *