KERUGIAN CAPAI TRILIUNAN AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA

0
112

PALU,(26/7)-Kerugian akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya pada tahun 2010 tercatat mencapai Rp220 triliun atau setara 2,9 sampai dengan 3,1  dari GDP Indonesia yang mencapai Rp7.000 triliun. Hal itu disampaikan Manager PT Laksmindo Bahtera Adjat Sudrajat.
“Terkait hal itu, masalah ketertiban dan keselamatan transportasi masih menjadi masalah besar yang dihadapi oleh bangsa ini,ketertiban dan keselamatan yang masih rendah menjadi penyebab terjadinya kecelakaan,”ungkapnya.
Ia menyebutkan jumlah orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada 2010 menurut data kepolisian Republik Indonesia mencapai 31.186 orang atau rata-rata setiap hari 84 orang dan dalam hitungan jam mencapai 3 hingga 4 orang meninggal. Korban meninggal 67% berada pada usia produktif 22 hingga 50 tahun.
Sementara di Sulawesi Tengah (Sulteng) menurut data direktorat lalu lintas Polda Sulteng mencatat pada 2010 jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 1.359 kasus dengan korban meninggal dunia 403 orang,luka berat 527 orang,luka ringan 1.092 orang dan kerugian material Rp3,2 miliar.
“Dari data tersebut di Sulteng ini terdapat 1-2 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas,”sebut Adjat Sudrajat.
Jika dibandingkan angka pada 2010  mengalami kenaikan 12% bila disbanding dengan tahun 2009 yang mencatat 1.222 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia 370 orang,luka berat 345 orang, luka ringan 1.115 orang dan kerugian material mencapai Rp2,3 miliar.
Adjat Sudrajat menjelaskan ada dua penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Sulteng. Pertama karena pertambahan jumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak seimbang dengan kemampuan menyediakan sarana dan prasarana keselamatan berlalu lintas seperti jalan raya yang baik dan rambu lalu lintas yang memadai.Kedua, masih rendahnya disiplin dan ketertiban pengguna jalan saat berkendara di jalan raya.
Berdasarkan data-data yang ada tersebut Pusat Komunikasi Publik Kementrian Perhubungan memprakarsai “Sosialisasi Ketertiban dan Keselamatan Transportasi,”di Kota Palu dengan harapan mampu menekan angka kecelakaan menuju Zerro eccident dan sosialisasi ini dikemas secara entertainment
Secara detail kegiatan yang dilakukan berupa talkshow di radio dan televise,termasuk aksi simpatik dengan membagi-bagikan compliment kit yang berisi kaos, topi, buku saku keselamatan bertransportasi,juga pulpen kepada para pengendara bermotor termasuk pentas music transportasi di lapangan Vatulemo dengan menghadirkan band local G’Star dan Vagetos dari Jakarta.
Musik dipilih sebagai sarana sosialisasi karena music merupakan bahasa universal yang bisa diterima oleh semua elemen masyarakat dari berbagai latar belakang usia, social,ekonomi,pendidikan,etnis idiologi.”Melalui music, ide-ide ketertiban dan keselamatan transportasi dapat ditransformasikan kepada masyarakat Palusecara alamiah dan membumi sesuai dengan kultur masyarakat Sulteng,”jelasnya.
Secara tegas bahwa sektor perhubungan memiliki peranan yang menentukan dalam percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi nasional.Melalui transportasi yang efektif dan efisien akan mampu menciptakan jalur distribusi barang dan jasa ke seluruh pelosok tanah air secara optimal untuk mengerakkan perekonomian di daerah.
Terlepas dari maraknya fenomena social transportasi,pemerintah melakukan perbaikan aspek regulasi dimana untuk mewujudkan itu pada tahun 2009 pemerintah telah menyelesaikan perbaikan empat paket undang-undang transportasi yaki UU No 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.UU No.23/2007 tentang perkeretaapian,UU No 17/2008tentang pelayaran dan UU No.01/2009 tentang penerbangan.
“Pengaturan kebijakan transportasi dalam paket undang-undang transportasi merupakan paradigma dengan lebih menekankan pada perlindungan terhadap keselamatan dan keamanan transportasi jika dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan sebelumnya,”tandasnya(bp003)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here