MENKES DIKECAM KARENA BATAL UMUMKAN SUSU BERBAKTERI

0
83

Jakarta, 11/2 – Pasca-keluarnya Surat Keputusan No. 2975/K/Pdt/2009 pada 26 April 2010, pihak tergugat yaitu Menteri Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pihak peneliti urung mengumumkan merek-merek susu formula yang tercemar enterobacter sakazakii. 

Kondisi itu membuat Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengecamnya karena dianggap bagaikan merawae api dalam sekam. “Ini justru akan membahayakan masyarakat karena akan terus bertanya-tanya. Ini juga salah satu pembohongan publik,” kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Jakarta bru-baru ini.

Padahal dalam surat keputusan tersebut pihak tergugat harus memberikan informasi merek-merek susu formula yang terkontaminasi enterobacter sakazakii.

Ketiga pihak tergugat menyatakan belum menerima salinan amar keputusan Mahkamah Agung.”Sampai Februari 2010, IPB sebagai tergugat satu atau pemohon kasasi satu belum menerima pemberitahuan atas putusan Mahkamah Agung (MA),” tutur Dedi Muhammad Tauhid, Kepala Hukum dan Organisasi Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jakarta, Kamis (10/2).

Dedi mengatakan dengan belum diterimanya salinan surat keputusan dan belum diberitahukan secara resmi maka sampai hari ini belum bisa melaksanakan sesuai amar kebutuhan tersebut.

Sementara Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan bahwa pihak Kemkes juga mengatakan belum menerima salinan keputusan MA tersebut. Pihaknya baru membaca salinannya dari situs miliki MA.
Di sisi lain Endang mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh IPB mempunyai mempunyai independensi. Sehingga IPB tidak punya kewajiban melaporkan hasil penelitian pada Kemkes.
“Saya sampai diperes-perespun tidak bisa mengumumkan karena memang saya tidak tahu merek apa saja yang terdeteksi tercemar enteroacter sakazakii pada penelitian itu,” tutur dia.

Komnas PA sendiri hingga 2011, telah menerima 171 laporan masyarakat yang menjadi korban susu formula itu. Laporan itu mendesak Komnas PA mengumumkan susu bermasalh itu, namun Komnas PA tidak mengetahui jenis-jenis susu itu.
“Olehnya, Komnas PA bersama David Tobing selaku pemohon mengajukan proses hukum hingga terbitnya putusan ini. Tapi kenyataan bukan nama susu yang diberikan tapi hal-hal yang tidak penting seperti persoalan membersihkan dot dan tempat susu. Ini sama sekali tidak berhubungan,” ujar Arist serius.
(FQ/BP010)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here