KAPOLDA : ANGGOTA BRIMOB HARUS SANTUN DAN MENGHINDARI KESAN SANGAR

PALU, (14/11) – Kapolda Sulteng, Brigjen Pol. M Amin Saleh berharap anggota Brimob Polda Sulteng mampu bersikap santun tanpa harus menunjukkan kesan seram. Dengan kesederhanaan yang ditunjukkan, akan lebih meningkatkan citra positif polisi di mata masyarakat.

“Anggota Brimob perlu menghayati bahwa tugas kepolisian itu penting bagi masyarakat. Bagaimanapun, Brimob harus santun dan menghindari kesan sangar atau seram,” ujar Kapolda kepada beritapalu disela-sela acara HUT ke-65 Brimob Polda Sulteng yang dilaksanakan di Lapangan Watulemo pagi tadi,

Saat berada di tengah-tengah masyarakat, kata Amin, anggota Brimob dituntut untuk meningkatkan kinerjanya sebagai sosok anggota polisi. “Jika sudah terbangun sinergi yang baik, akan memudahkan tugas polisi maupun masyarakat dalam melaksanakan implementasi yang berorientasi pada penegakan hukum,” ujarnya.

Petinggi Polda Sulteng ini menegaskan, anggota Brimob tidak perlu bersikap atau berpenampilan sangar dan seram hingga terkesan menakutkan di hadapan publik. “Memang Brimob itu semimiliter. Mereka adalah polisi yang selalu bekerja dengan humanis untuk kepentingan pengabdianya kepada masyarakat dan tidak melanggar hak asasi manusia,” jelasnya.

Sedangkan konsep perubahan yang diterapkan seperti penampilan kalem tetapi bertindak lebih tegas. “Jadi, bila orang melihat polisi bisa lebih merasa dilindungi. Namun jika pada saat dibutuhkan untuk mengantisipasi suatu masalah, masyarakat bisa yakin polisi akan bisa mengatasinya,” urai Amin.

Sejalan dengan reformasi Polri yang terus dilaksanakan.  Kapolda mengatakan, polisi harus bersikap bijak dalam aspek struktural, instrumental, dan kultural.
“Pada aspek struktural saat ini sudah dilakukan kajian tentang struktural di tubuh polisi untuk menyesuaikan dengan struktur pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sedangkan aspek instrumental sudah disusun beberapa produk hukum yang tertulis dan sudah ditetapkan sebagai pedoman kerja. Pelaksanaan program dan anggaran pun sudah dilakukan secara professional dan akuntabel,” katanya.

Dalam bidang perubahan kultur inilah, sambung Kapolda Sulteng,  dituntut adanya perubahan mindset atau pola pikir budaya kerja Brimob. Dari sikap dan pola pikir yang masih kaku, secara terus-menerus diubah menjadi lebih humanis tetapi tetap profesional.

“Budaya kerja yang hanya menunggu perintah sekarang ini mulai dilakukan perubahan. Pelayanan cepat dengan program Quick Response diharapkan makin menjadikan Brimob Polda Sulteng lebih profesional, proporsional, dan akuntabel dalam setiap melaksanakan tugas,” Jelasnya. (BP016/006)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here