POLISI USUT DUGAAN KORUPSI BANTUAN PERAHU DI POSO

0
143

Palu, 10/11 – Kepolisian Resor Poso Sulawesi Tengah saat ini menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan perahu di Dinas Perikanan dan Kelautan setempat tahun anggaran 2009 senilai Rp748.300.000.

“Kami masih menyelidiki kasus itu,” kata Wakapolres Poso Kompol Nanan, Rabu.

Nanan menjelaskan, pada tahun 2009, Dinas Perikanan dan Kelautan Poso melaksanakan proyek pengadaan perahu sebanyak 140 unit sebesar Rp748.300.000.
Anggaran proyek senilai ratusan juta itu berasal dari dana hibah bantuan penanganan pasca konflik dan pengungsi (P2KP) sebesar 90 persen dan APBD Kabupaten Poso sebesar 10 persen.

Kata dia, penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi itu mulai dilakukan tim tindak pidana korupsi (tipikor) Reserse Kriminal Polres Poso sejak tanggal 29 Januari 2
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan adanya dugaan korupsi dalam pelaksanaan proyek itu, dimana dari 106 penerima bantuan perahu, terdapat 90 perahu diantaranya yang tidak layak pakai.

Atas temuan itu, polisi menduga telah terjadi tindak pidana korupsi hingga merugikan keuangan negara diperkirakan mencapai Rp437 juta lebih.
Untuk menuntaskan kasus itu, penyidik tipikor Polres Poso telah memanggil sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi itu diantaranya Hj Wahida M Nur SE (kontraktor CV Herli Jaya), M Arif Lathuba (pengguna anggaran), Irwan Taha Bauda (pejabat pelaksana teknis kegiatan).

“Mereka dipanggil dalam rangka wawancara terkait pelaksanaan proyek pengadaan perahu itu,” ujar Nanan.

Nanan menambahkan, untuk menentukan kasus itu lanjut ke tingkat penyidikan atau tidak, maka tim penyidik tipikor Polres Poso lebih dulu melaksanakan gelar perkara di Mapolda Sulteng pada Jumat (5/11) pekan lalu.

Rencananya, dalam waktu dekat ini, penyidik tipikor akan segera menetapkan beberapa tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan perahu yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah itu. (bp017/bp009)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here