Published On: Mon, Nov 1st, 2010

2010, TARGET AKSEPTOR BARU KB AKAN TERCAPAI

Share This
Tags

Palu, 1/11 – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Sulawesi Tengah (BKKBN Sulteng) optimistis peserta baru pengguna alat kontrasepsi program keluarga berencana (KB) atau akseptor baru pada tahun 2010 ini bisa mencapai target 100 persen.

 

“Target akseptor tahun ini sebanyak 83.479 dan kita optimis itu bisa tercapai,” kata Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Sulteng Kushindarwito kepada wartawan di Palu, Senin.
Dia mengatakan, indikator itu terlihat dari akseptor baru KB hingga akhir September 2010 mencapai angka 73.144 orang atau 87,62 persen.
“Dengan sisa tiga bulan kedepan mulai Oktober hingga Desember 2010, insya-Allah kami bisa mencapai dan bahkan melampaui target itu,” ujar Kus-sapaan akrabnya-.
Kata dia, beberapa langkah yang akan dilakukan BKKBN dalam rangka mencapai keberhasilan itu diantaranya kesatuan gerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) dan lomba peningkatan peran wanita dalam mewujudkan keluarga kecil sejahtera.
“Dua kegiatan itu yang sedang digenjot untuk tiga bulan kedepan ini,” katanya.
Menurut dia, target Keberhasilan itu salah satunya tak lepas dari peran PKK juga mitra strategis dan penting dari BKKBNSelain itu, kata dia, ada pula dukungan dari sektor terkait seperti media massa, masyarakat, perguruan tinggi maupun jajaran TNI dan Polri.
Sementara itu, lanjut Kus, upaya lain yang dilakukan BKKBN dalam rangka meningkatkan akseptor KB di wilayahnya yakni rapat koordinasi yang dihadiri seluruh satuan perangkat kerja daerah se-Sulteng tentang perencanaan KB, semarak gotong royong KB PKK, Hari Keluarga Nasional, dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat serta bakti sosial TNI yang saat ini masih berlangsung.
“Dari evaluasi kegiatan itu, maka kami optimis bisa mencapai target itu seperti yang terjadi di tahun 2009 lalu,” ujar dia.
Disamping mencapai target, jumlah akseptor baru yang dicapai pada tahun 2009 lalu itu, juga melampaui target hingga membawa Provinsi Sulteng menempati rangking kedua di tingkat nasional setelah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun jenis-jenis alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan di Provinsi Sulteng, Kus mengatakan, jenisnya beragam mulai dari IUD (Intra Uterine Device) atau istilahnya KB Spiral, Medis Operasi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP), implant, suntikan, pil, dan kondom.
Alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan menurut data BKKBN Provinsi Sulteng mulai Januari hingga September 2010 adalah dengan cara suntik atau KB suntik dengan capaian 28.168.
Posisi kedua ditempati pil KB dengan capaian sebanyak 28.168, disusul kondom 7.542 akseptor, implant 4.787, KB spiral 2.638, medis operasi wanita 548, dan terakhir medis operasi pria berjumlah 134 akseptor. (bp107)

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: