Bahan Makanan Picu Inflasi Terbesar di Palu

0
165

Palu: Kelompok bahan makanan menjadi pemicu inflasi terbesar di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Agustus 2010 sebesar  5,77 persen, hal itu diungkapkan  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Razali Ritonga.
“Kebutuhan bahan makanan menjelang Ramadhan 1431 Hijriah memicu kenaikan indeks pada kelompok ini, dimana bahan makanan menjadi komoditi utama dengan perubahan harga sebesar 7,89 persen,”ujarnya.

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua dengan angka 4,06 persen. Sedangkan untuk  kelompok tranport, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks sebesar -0,16 persen.

Inflasi Kota Palu sendiri pada Agustus 2010 tercatat sebesar 2,75 persen dengan indeks dari 123,62 persen pada Juli 2010 menjadi 127,02 persen pada Agustus 2010. Kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok sandang sebesar 0,74 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga  yakni 1,86 persen.

Razali Ritonga menyebutkan laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2010 sebesar 5,01 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (Agustus 2010 terhadap Agustus 2009) sebesar 6,74 persen.

Sementara itu, dari 14 kota di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua yang dipantau inflasinya pada Agustus 2010, Kota Palu menempati posisi ke dua dengan indeks harga konsumen sebesar 126,20 persen. Sedangkan dari 66 kota di Indonesia, 57 kota tercatat mengalami inflasi, sisanya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo dengan angka 3,75 persen, sedangkan Mataram menjadi kota dengan inflasi terindah, yakni 0,05 persen. Dan deflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar dengan angka -0,75 persen, dan terendah terjadi di Sibolga dengan angka -0,02 persen.(beritapalu.com/bp016)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here