PALU, (2/10) – Tujuh korban rusuh Buol sudah dimakamkan. Suasana duka menyelimuti tidak hanya keluarga korban melinkan warga Kota Buol.Para korban aksi brutal polisi ini meminta keadilan dari pihak terkait.

Suasana berkabung menyelimuti Kota Buol. Korban kekerasan hingga tujuh orang memang dianggap luar biasa, mengingat peristiwa kelam ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah Buol.

Wartawan beritapalu.com Abdy K Mari yang melaporkan dari Buol, ia sempat melakukan interview dengan warga, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda setempat. Jumlah korban meninggal dan korban luka mencapai puluhan.

Hingga siang ini, korban luka-luka akibat ditembak polisi dalam bentrokan kemarin berjumlah 30 orang. Jumlah ini belum termasuk tujuh korban meninggal dunia yang sudah dimakamkan pihak keluarga. Sejumlah korban penembakan ini meminta agar diberi keadilan oleh pihak yang terkait.

Data yang dihimpun di Rumah Sakit Umum Daerah Buol, korban luka-luka yang masih berada dirawat di rumah sakit itu berjumlah 15 orang. Selebihnya, korban-korban itu sudah kembali ke rumah masing-masing meski harus menjalani rawat inap. Sementara dua lainnya masih dalam kondisi kritis.

Beberapa korban mengaku tidak terlibat dalam aksi kerusuhan dan hanya kebetulan melintas di wilayah kerusuhan. Belum lama berselang peluru polisi sudah menembus bagian tubuh mereka. Sehingga, para korban ini meminta keadilan  kepada pihak terkait.

“Saya kebetulan melintas disekitar tempat kejadian karena rumah saya tidak jauh dari situ. Tiba-tiba pipi saya terserempet peluru. Makanya kami meminta keadilan, aparat yang menembak kami supaya dihukum,’’ kata Rio, salah satu korban luka yang ditemui di RSUD Buol siang tadi.

Senada dengan Rio, Iksan Mangge juga mengatakan hal serupa. “Saya pulang dari membeli kue untuk berbuka puasa. Waktu itu saya tidak tahu kalau ada polisi. Tiba-tiba saya ditembak,’’ aku Iksan yang tergolek lemah di sal rumah sakit dengan luka tembak tembus dari punggung ke perut kiri.

Sementara itu, kondisi keamanan di Kabupaten Paling Utara Sulawesi Tengah itu, berangsur-angsur aman, menysul masuknya dua peleton aparat Brimoda Sulawesi Tengah.  siang ini juga, Wakapolri Komjen Yusuf Manggabarani melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat serta muspida.(beritapalu.com/BP005)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *