POLDA SULTENG KLAIM SUDAH LAKUKAN PROSEDUR

PALU, 1/9) – Polda Sulteng tidak mau begitu saja disalahkan dalam peristiwa rusuh Buol, yang merenggut nyawa 5 warga sipil. Wakapoda Sulteng, Kombes Pol, Dewa Parsana mengatakan, aparat di lapangan sudah melakukan prosedur penanganan sesuai dengan tahapan-tahapan penanganan dalam suatu peristiwa.

Parsana menuturkan, ketika terjadi mobilisasi massa, aparat langsung melakukan penyekatan massa agar tidak membesar. Langkah ini dilakukan karena warga sudah membawa bom bolotov, bensin dan batu. Kemudian lemparan bertubi-tubi datang dari arah kerumunan warga.

Aksi itu kemudian direspons dengan melakukan penembakan yang dimaksudkan untuk memecah konsentrasi massa. ‘’Ini sudah sesuai prosedur. Soal kematian warga, Polisi akan melakukan penyelidikan,’’ janji Wakapolda.

Dewa Parsana menerangkan, kejadian ini berawal dari operasi rutin Polantas yang hendak menertibkan balapan liar yang dilakukan warga setempat. Pihaknya aku Wakapolda sudah sering mendapat keluhan warga, terkait aksi balapan liar tersebut, karena sudah mengganggu ketenteraman warga.

Namun saat ditertibkan, katanya salah seorang warga menabrakan kendaraannya kearah salah atu anggota Polantas. Aksi ini menyebabkan anggota Polantas mengalami luka serius dan sempat tidak siuman beberapa hari.

Kini, anggota Polantas tersebut sedang  menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng.
Atas kejadian tersebut, petugas menangkap pelaku penabrakan dan menahannya di Polsek Biau. Saat ditahan, pelaku bernama Kasmir Timumun kemudian meninggal dalam tahanan.

Hasil visum oleh Polisi, Kasmir meninggal akibat gantung diri. Namun keterangan visum tersebut tidak dipercaya oleh warga. Mereka kemudian mendatangi Polsek Biau untuk menanyakan penyebab kematian rekan mereka itu.

Di kalangan warga, Kasmir Timumun meninggal bukan karena gantung diri, melainkan dianiaya aparat. Inilah yang memicu kerusuhan hingga menyebabkan korban tewa mencapai 5 orang. (BP005)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here