KAPOLDA: ADA PROVOKATOR

PALU, (1/9) Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Polisi M Amin Saleh menduga kuat ada kelompok yang mencoba memperkeruh suasana, sehingga bentrok antara polisi dan warga di kabupaten buol terjadi.

Dugaan tersebut menurut kapolda muncul karena situasi sebelumnya, masih sangat kondusif, bahkan pada saat pemakaman tidak ada reaksi yang muncul baik itu dari keluarga korban ataupun oleh masyarakat.

Pihak keluarga  bahkan menurut Kapolda sudah bertemu dengan Kapolres Buol dan menyatakan tidak keberatan dngan kejadian tersebut

Kejadian tersebut menurutnya, muncul secara tiba tiba selasa (31/8) malam  usai shalat tarwih, ratusan orang mendatangi mapolsek Biau dan melakukan pelemparan.

“saya menduga kuat ada yang mencoba memperkeruh suasana ini,” kata Kapolda.

Kepada wartawan ia mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian masih kesulitan untuk melakukan pendataan korban mengingat psikologi massa belum dapat dikendalikan. Menurutnya, selain melakukan pelemparan dengan batu dan benda keras, dan bom molotov, warga juga melakukan sweeping  terhadap aparat kepolisian dengan melakukan penyisiran di rumah kos kosan polisi.

Warga juga menurut Kapolda melakukan aksi pembakaran barang barang polisi termasuk diantaranya 1 unit kendaraan sepeda motor

Akibat bentrokan tersebut 6 orang personil polisi menderita luka akibat terkena lemparan batu.

informasi terakhir yang diterima warrtawan menyebutkan Korban tewas dalam bentrok antara polisi dan warga di kabupaten buol  bertambah menjadi dua orang, selain itu korban luka tembak juga bertambah menjadi 20 orang termasuk diantaranya 1 orang anak dibawah umur.

Bentrok antara polisi dengan warga di areal mapolsek Biau kecamatan Biau, yang berlangsung sejak pukul 21.30 wita, selasa (31/8) malam,

informasi yang dihimpun berita palu menyebutkan, 20 orang warga yang menderita luka tembak diantaranya Agus Rasyid, Lubis,Agus Karim, Sudirman, Ahmad Madonua, Bayu, Supriadi, Noldi, Firman.

ke 20 warga tersebut menderita luka tembak oleh parat kepolisian yang mencoba menghalau massa yang meyerang  mapolsek Biau.

Hingga saat ini situasi di Kabupaten Buol, masih mencekam. konsentrasi massa masih terjadi di beberapa titik.

Sekitar 3.000 warga Buol menyerang kantor Polsek Biau menyusul tewasnya Kasmir Timumun, tukang ojek, yang ditahan di polsek setempat pada hari senin (30/8) lalu (BP0023/BP005)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here