Published On: Sat, Aug 21st, 2010

REGU PENYELAMAT CARI KORBAN BANJIR DI KASIMBAR

Share This
Tags

PALU, (21/8) – Dua warga korban banjir bandang yang menerjang Dusun Sinotu, Desa Silampayang, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (20/8), hingga kini masih dalam pencarian regu penyelamat dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Kapolres Parigi-Moutong (Parimo) AKBP Soemarno kepada wartawan di Palu, Sabtu, mengatakan, kedua warga yang menjadi korban banjir itu diketahui masih anak-anak yakni masing-masing bernama Hasbi (8) dan Muhammad Saidin (4), keduanya adalah kakak adik.

 

“Kedua anak yang masih hilang itu tengah dalam pencarian,” kata orang pertama di Polres Parimo itu.

 

Kapolres Soemarno menuturkan, pihaknya belum mengetahui pasti bagaimana kronologis hingga kedua anak itu hilang saat peristiwa banjir menerjang kampung halamannya.

 

Namun dia berjanji, polisi dibantu TNI dan warga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan dua anak yang hilang tersebut.

 

Bahkan polisi setempat juga telah membentuk tim khusus untuk mencari keberadaan kedua anak hilang itu.

 

Upaya pencarian akan difokuskan pada pagi, siang, dan sore hari di sekitar wilayah yang menjadi lokasi banjir bandang seperti menyusuri sungai.

 

Sementara pada malam hari, lanjut Soemarno, pencarian dihentikan dulu dan akan dilanjutkan pada esok pagi, demi menghindari hal-hal buruk yang bisa terjadi.

 

“Kita berharap kedua anak yang hilang itu masih hidup,” ujar Soemarno.

 

Selain dua anak hilang, banjir bandang itu juga menyebabkan sejumlah rumah warga sekitar sungai di desa tersebut hanyut.

 

Bahkan ada tiga anak desa itu ikut terseret arus, dan satu diantaranya telah ditemukan selamat.

 

Seorang anak desa Silampayang yang hanyut dan selamat itu bernama Nadia (3).

 

Rumah ketiga anak tersebut kebetulan terletak di bibir sungai. Pada saat banjir mereka berusaha menyelamatkan diri keluar dari rumah, tetapi langsung diseret banjir.

 

Dalam musibah itu, delapan warga Desa Silampayang juga mengalami luka berat dan mereka semuanya dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi untuk mendapat perawatan.

 

Kedelapan warga yang mengalami luka berat itu diketahui bernama Sape (50), Hasi (30), Hasma (20), Hasida (45), Hasra (17), Esya (50), Masra (18), dan Nadia (3).

 

Banjir bandang akibat hujan deras yang mengguyur Wilayah Kecamatan Kasimbar dalam beberapa hari terakhir ini, juga menyebabkan sebuah jembatan permanen di Kecamatan itu putus.

 

Jembatan yang menghubungkan desa-desa di Wilayah Kecamatan Kasimbar dengan Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala putus diterjang banjir.

 

Hingga kini puluhan rumah penduduk, dan areal perkebunan kakao milik warga di desa Salompayang, Kecamatan Kasimbar masih terendam.(Beritapalu.com/BP026/BP002)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: