Published On: Sat, Aug 21st, 2010

OPAS MINYAK TANAH BERAKHIR RICUH

Share This
Tags

PALU, (21/8) – Operasi minyak tanah di Kelurahan Baru Kecamataan Palu Barat, berakhir ricuh. Puluhan warga yang merasa kecewa dengan pelayanan petugas operasi pasar (Opas), mengamuk  dan memprotes aksi petugas yang dianggap berat sebelah.

Kericuhan ini terjadi ketika para petugas hanya melayani warga yang tidak mengantri, sehingga sebagian warga yang sudah lama mengantri sejak pagi hari merasa kesal dan langsung mengamuk, mereka merasa para petugas hanya mementingkan keluarga dan kerabat dekat saja.

 

Akibatnya, warga ini langsung mengacaukan antrian dan semua jergen yang masuk di dalam tali antrian diputuskan sambil berkata tidak perlu mengantri lagi.

 

“Bagaimana saya tidak mau marah, dari tadi pagi saya antar jerigen dipangkalan ini, tapi sampai sekarang saya punya tidak ada di isi seliter pun, padahal saya warga kel.baru, kenapa orang yang dari kel.lain baru datang langgsung dapat minyak tanah, ada unsur apa ini,” ujar Subair (49) dengan raut muka yang marah.

 

Ratusan warga di Kelurahan Baru ini rela berdesak desakan saat oprasi pasar minyak tanah yang digelar pertamina demi untuk mendapatkan minyak tanah. Dalam satu bulan terakhir ini, warga Kota Palu sulit mendapatkan minyak tanah.

 

Sementara itu harga penjualan di tingkat pengecer mencapai lima ribu hingga mencapai tujuh ribu rupiah per liter, sehingga begitu ada oprasi pasar minyak tanah. Mereka tak sabar mengantri ingin mendapatkan minyak tanah sehingga terjadi kericuhan. Meski hanya mendapat dua atau tiga liter dengan harga jual dua ribu sembilan ratus rupiah sesuai harga enceran tertinggi (HET). (Beritapalu.com/BP016/BP002)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: