LIRA: BOIKOT PRODUK MALAYSIA

JAKARTA (21/8) – Aksi kecaman terhadap Kerajaan Malaysia atas penangkapan tiga orang pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan di Perbatasan Kedua Negara, masih terus bergulir.

Berbagai Organisasi Masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi kecaman di depan Kedutaan Besar Kerajaan Malaysia di Jalan Setia Budi Kuningan Jakarta.

Laporan reporter beritapalu.com, dari lokasi demo, Ormas yang menggelar aksi kecaman itu diantaranya Laskar Merah Putih yang dipimpin oleh Eddy Hartawan, dimana aksi ini diwarnai kericuhan dan pembakaran bendera Malaysia.

Ormas yang juga menggelar aksi serupa dan membakar bendera Malaysia sebagai bentuk protes atas penahanan tersebut adalah Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera).

Teranyar adalah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) yang menggelar aksi Jumat (20/8) kemarin. Dalam tuntutannya, mereka mendesak Malaysia untuk segera meminta maaf kepada Republik Indonesia atas insiden tersebut dan mereka juga meminta ketegasan sikap Kementrian Luar Negeri atas insiden ini.

“Kami juga akan bertemu dengan Komisi I DPR RI dan Kementrian Luar Negeri untuk meminta ketegasan sikap mereka atas insiden ini karena ini telah mempermalukan Bangsa Indonesia.

Jika perlu kami akan menyerukan untuk memboikot semua produk Malaysia yang ada di Indonesia,” ujar Kordinator Aksi dari Pemuda LIRA itu.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya dalam salah satu kesempatan juga memberi pernyataan tegas, jika insiden ini tidak diselesaikan dengan baik dan Malaysia tidak minta maaf maka disarankan untuk segera menarik Duta Besar di Malaysia sebagai bentuk protes atas kejadian ini.

Begitu juga dengan Menteri Keluatan dan Perikanan Fadel Muhammad juga berang atas sikap Tentara Diraja Malaysia yang menangkap pejabat DKP yang saat itu mengawal Nelayan Malaysia kembali ke perairan mereka setelah tertangkap berada di perairan Indonesia.

Fadel juga meminta agar Malaysia meminta maaf atas kejadian ini.
Sementara itu, Tokoh Pers Senior Sulawesi Tengah, Abdhian Rachman Dg Sa’bi yang dihubungi beritapalu.com via ponsel, Jumat siang kemarin, juga secara tegas menyatakan jika Kerajaan Malaysia harus meminta maaf atas insiden ini karena telah mempermalukan Bangsa Indonesia.

“Presiden dan pihak-pihak terkait atas memberikan pernyataan tegas atas kejadian ini agar tidak terulang lagi peristiwa serupa. Ini akan menjadi efek jera bagi Malaysia untuk lebih menghargai Indonesia,” tegas Abdhian. (BP20/BP005)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here