KELUARGA KORBAN TAHANAN MENINGGAL LAPOR KE MENKUMHAM

Luwuk, 19/8 – Keluarga korban tahanan kasus pencurian sapi di Lapas Luwuk yang diduga meninggal dunia secara tidak wajar pada 30 Juli 2010,  melaporkan kasus Kantor Kementerian Hukum dan HAM pada Kamis guna mencai keadilan yang hakiki.  

 

Laporan pengaduan keluarga korban meninggal bernama Muhajirin ini dimediasi oleh Yayasan Merah Putih (YMP) Kabupaten Banggai.

 

Carles Banaba, salah satu famili Muhajirin, mengatakan laporan ini adalah untuk untuk megungkap kematian Muhajirin dan mencari ada apa sebenarnya dibalik kematiannya.

 

Sebenarnya, laporan kematian Muhajirin telah dilaporkan pihak keluarga ke Polres Banggai pada 30 juli lalu.

 

“Kalau cuma laporan ke polisi akan lama ditanggapi, jadi kami terpaksa melapor ke Menkumham,” kata Carles.

 

Sebelumnya, pihak Lapas Luwuk menjelaskan kematian Muhajirin disebabkan penyakit Diabetes akut yang dideritanya.

 

Carles menganggap penjelasan itu terlalu berlebihan karena korban yang masih berumur 35 tahun ini tidak memiliki penyakit diabetes.

 

“Kalaupun ada kami minta bukti pemeriksaan dari dokter kalau benar Muhajirin menderita Diabetes,” katanya.

 

Pihak korban juga menduga kalau Muhajirin telah meninggal saat masih di Lapas Luwuk. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat tertanggal 2 Agustus 2010 yang dikeluarkan oleh rumah sakit dengan nomor surat : 1929/RS/UM-SK/VIII/2010, bahwa benar Muhajirin umur 35 tahun saat masuk di RSU luwuk dalam keadaan telah meninggal dunia (mati) pada tanggal 30 juli jam.13.15 menit.

 

Olehnya, pihak korban meminta kepada Yayasan Merah Putih Kabupaten Banggai agar membantu pengusutan kasus ini dan melaporkan kepada Menkumham di Jakarta.

 

Sementara, Manajer YMP Banggai Asmi Sirajudin mengatakan ada kejanggalan atas meninggalnya korban seehingga pihaknya tergerak untuk menangani kasunya.

 

“Kami akan mendampingi keluarga korban hingga kebenaran dapat terungkap,” kata Asmi menegaskan.

(Beritapalu/BP021/BP004).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here