AMP DESAK BUPATI PARIGI MOUTONG SEGERA DIPERIKSA

 

PALU  18/8  – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Parigi-Moutong (AMP), Sulawesi Tengah mendesak aparat kepolisian dan jaksa setempat segera memeriksa Bupati Longki Djanggola terkait kasus dugaan korupsi.

Desakan massa AMP itu disampaikan Nasir selaku koordinator aksi saat menggelar demo di depan Mapolda Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Palu Timur, Rabu.

Massa AMP menilai, Kabupaten Parigi-Moutong (Parimo) telah mengalami kerugian uang daerah sebanyak 91 kasus, namun yang bisa dipertanggungjawabkan hanya 23 kasus.

Artinya, kata Nasir, kurang lebih 68 kasus yang belum bisa dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah Kabupaten Parimo yang dikendalikan Longki Djanggola.

Menurut dia, kasus kerugian uang daerah itu muncul berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Parimo terhitung sejak tahun 2003 hingga 2010.

“Tentunya dengan banyaknya kasus itu, apakah kita hanya tinggal diam,” kata dia berorasi.

Untuk itu, massa AMP menyampaikan empat tuntutan utamanya yakni meminta kejaksaan tinggi agar mengusut tuntas kasus-kasus yang terjadi di wilayah Kabupaten Parimo.

Mereka juga mendesak pihak DPRD Kabupaten Parimo untuk membahas hasil audit BPK dan meminta agar Bupati Longki Djanggola segera diseret ke meja hijau untuk diproses hukum dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Tuntutan lainnya adalah, pendemo AMP juga meminta pihak kepolisian daerah dan kejaksaan tinggi Sulteng untuk mencopot kapolres dan kajari Parimo karena dinilai telah mengabaikan tugas dan fungsinya selaku penegak hukum.

Sambil berorasi, massa juga membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan hingga sempat memacetkan arus lalu lintas. Usai berorasi selama kurang lebih sejam, massa AMP kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib, meski mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian setempat.(BP005)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here