TERDAKWA KASUS PENGRUSAKAN TOLAK PUTUSAN SELA

Luwuk, 16/8 – Eva Bande Aktivis Forum Rakyat Anti Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah (Sulteng) terdakwa kasus  pengrusakan kantor dan pembakaran alat berat milik PT.KLS, Senin (16/8) kemarin melakukan protes terhadap putusan sela Majelis Hakim yang diketuai Safruddin SH, di Pengadilan Negeri (PN) Luwuk.

Eva melakukan protes dikarenakan dalam putusan sela majelis menyatakan menolak eksepsi (Nota Keberatan) yang diajukan penasehat hukum (PH) terdakwa, Maharani Caroline, SH. “ Biarpun seratus ribu kasus yang mengajukan eksepsi, pasti akan ditolak oleh majelis dengan alas an mengada-ngada,” kata Eva dalam persidangan.

Menanggapi hal tersebut, Syafruddin SH mengatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan terdakwa dalam persidangan tersebut tidak beralasan hukum. “ Kami tidak mengada-ngada jika terdakwa keberatan silahkan untuk menempuh jalur hukum banding ke PT,” kata majelis menjawab protes terdakwa.

Menurut Majelis surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah sesuai dengan aturan sebagaimana diatur dalam pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP. “ Eksepsi yang diajukan PH terdakwa tidak berdasar hukum dan bukti yang kuat,” kata Majelis.

Sebelumnya, Eva Bande, ditangkap pada tanggal 27 mei 2010 oleh polres banggai ketika melakukan aksi pengrusakan kantor dan pembakaran alat berat milik PT.KLS di lokasi HTI kecamatan Toili Barat. Eva Bande didakwakan  menyuruh melanggar pasal 160 KUHP denagn ancaman hukmuan 6 tahun penjara.

Diruang terpisah terdakwa dengan kasus yang sama Casmunir, Kusnanto, Suratman, Budipiono Dan Nursidi menjalani persidangan untuk mendengarkan kesaksian dari Pemilik PT.KLS Murad Husain. Namun saksi tidak dapat menghadiri persidangan karena sedang berada di luar kota. JPU Adi Wirabakti, SH meminta penundaan sidang hingga Rabu (18/8). Kelima terdakwa dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun dan 6 bulan penjara.(beritapalu.com/bp0021/bp003)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here