Besaran PDRB triwulan II 2010 capai Rp. 9.074 MILIAR

0
119

PALU – Kepala BPS Sulteng Razali Ritonga, Kamis menyebutkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2010 mencapai Rp 9.074 miliar. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp 4.365 miliar.

”Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan II 2010 mencapai 6,39 persen    (q to q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2009 mengalami pertumbuhan 13,11 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I tahun 2010 dibandingkan dengan semester I tahun 2009 (c to c) mencapai sebesar 11,97 persen,”ungkapnya.

Dari sisi  produksi, capaian pertumbuhan q-on-q triwulan II/2010 ini disumbang oleh sektor pertanian 2,27 persen, jasa-jasa 1,16 persen, perdagangan hotel dan restoran  0,95 persen, konstruksi 0,54 persen,  industri pengolahan tumbuh 0,50 persen, pengangkutan dan komunikasi 0,51 persen,keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,22 persen, pertambangan dan penggalian 0,18 persen dan yang terkecil  adalah listrik, gas dan air bersih sekitar  0,05 persen.

Razali menyebutkan tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q-on-q) adalah sektor konstruksi 8,29 persen, industri pengolahan 7,70 persen dan sektor perdagangan, hotel dan restoran 7,48 persen.

Selain itu, dari sisi penggunaan, PDRB Sulawesi Tengah triwulan II 2010, sebagian besar digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yaitu 61,43 persen, sedangkan konsumsi lembaga non profit 1,31 persen, konsumsi pemerintah 13,76 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 19,34 persen dan ekspor 15,98 persen serta impor 11,83 persen

Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2009 (q to q), bersumber dari komponen  konsumsi rumah tangga sebesar 2,68 persen; lembaga non profit 0,04 persen; konsumsi pemerintah sebesar 1,16 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 1,81 persen dan ekspor  sebesar 0,41 persen. Sementara komponen impor, yang merupakan faktor pengurang, mempunyai andil sebesar minus 0,29 persen. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here