Menyesap sejuknya udara, menyicipi lezatnya beko

0
173

Oleh : Jafar G Bua

 

Taman Nasional Lore Lindu memang menawan. Tak Cuma menawarkan keindahan alamnya, tapi juga membawa kita mengembara ke zaman batu dan juga nikmatnya kuliner tradisional. Ini pilihan tujuan berakhir pekan yang menarik.

KABUT masih menggantung di atas Danau Tambing. Jalan setapak yang membelah salah satu kawasan Taman Nasional ini masih basah. Sebab embun belum lagi pergi dari dedaunan. Tapi sepagi itu sekawanan burung Walet Pasifik (Collocalia esculenta) sudah bermain di atas danau yang berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut ini. Mereka menukik lalu mematuk serangga yang bermain di atas air danau. Indah. Mengesankan. Apalagi kicau burung Sikatan Dahi Biru (Cyornis hoevelli) meningkahi irama alam bak orkestra paripurna.

Ya, perjalanan kali ini memang kita mulai dari Danau Tambing. Jaraknya sekitar 55 kilometer dari Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum dan juga kendaraan pribadi. Lalu, dari tepi jalan poros Palu-Napu hanya sekitar 300 meter ditempuh melalui jalan setapak. Penduduk setempat menamainya Kalimpa’a.

Danau ini juga menjadi ladang pencaharian warga setempat. Mereka, para nelayan rimba mengail dan menjala ikan mujair dan juga belut di danau ini.

Yang menarik kawasan ini salah satu titik bird watching atau pengamatan burung yang disukai oleh para peneliti dan tentu wisatawan. Ada sekitar 263 jenis burung bisa ditemukan. Sebanyak 30 persen di antaranya merupakan endemik, artinya tidak ditemukan di daerah lainnya. Di sini, kita bisa menemukan antara lain Nuri Sulawesi (Tanygnatus sumatrana), Kakatua (Cacatua sulphurea), Rangkong (Buceros rhinoceros dan Aceros cassidix) atau Pecuk ular (Anhinga rufa).

Menarik bukan. Anda mesti sesekali meluangkan waktu ke sini berakhir pekan. Meminjam kata-kata Idris Tinulele (37), pemandu wisata alam, menonton burung melatih kesabaran dan ketekunan kita.

“Sebab kita harus tenang dan tahan berlama-lama menunggu burung-burung itu keluar dari sarang dan bermain di pohon atau di atas danau,” kata pemuda yang menamatkan pendidikannya sarjana Strata-1 dengan meneliti burung Maleo (Macrochepalon maleo) ini.

Kawasan Danau Tambing adalah bagian dari salah satu kawasan Taman Nasional di Indonesia. Taman Nasional ini luasnya sekitar 229.000 hektare. Terletak di wilayah Kabupaten Donggala, Sigi dan Poso. Taman Nasional Lore Lindu ditetapkannya sebagai Cagar Biosfir oleh UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization-Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi pendidikan, ilmu pengetahun dan budaya) pada tahun 1977.

Nah, setelah menyesap sejuknya udara di Danau Tambing, bolehlah kita mengembara ke zaman batu. Di zaman megalitikum di Lembah Besoa. Kita beranjak sekitar 1,5 jam ke arah selatan. Kita hendak menuju Lembah Besoa, Kecamatan Lore Utara. Di sana kita akan menjumpai Tadulako, pahlawan perang dari masa silam. Setelah lelah, kita akan menyicipi lezatnya Beko. Yuk!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here