Penyaluran kredit perbankan di Sulteng tumbuh 23,93 persen

0
178

Palu  –  Analis muda senior Bank Indonesia Palu, Rawindra Ardiansah  mengatakan dalam hal penyaluran kredit, secara keseluruhan kinerja perbankan mengalami tren percepatan dengan pertumbuhan sebesar 23,93% (y-o-y) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 21,70% (y-o-y).

“Kegiatan penyaluran kredit didominasi oleh kelompok bank pemerintah dengan pangsa sebesar 82,60%, sementara bank umum swasta memiliki pangsa sebesar 14,97% dan BPR 2,42%.,”sebut Rawindra

Namun demikian berdasarkan kelompok bank, hanya bank swasta yang mengalami percepatan dengan pertumbuhan sebesar 60,15% (y-o-y), sementara kredit bank pemerintah dan kredit BPR justru mengalami perlambatan dengan tingkat pertumbuhan masing-masing sebesar 19,68% (y-o-y) dan 4,23% (y-o-y).

Sementara jika berdasarkan jenis penggunaan, sebagian besar portofolio kredit yang disalurkan
oleh perbankan di Sulawesi Tengah masih didominasi oleh kredit untuk kegiatan konsumsi.

“Hingga Maret 2010, jumlah kredit konsumsi tercatat sebesar Rp 4,11 triliun dengan pangsa mencapai 53,71% dari total kredit. Pada bulan Maret 2010 posisi kredit modal kerja tercatat sebesar Rp 2,92 triliun atau 38,09% dari total kredit, sementara kredit investasi berjumlah Rp 627,77 miliar (8,20%),”urainya secara detail.

Lanjut Rawindra, dengan demikian pangsa kredit produktif (modal kerja dan investasi) mencapai 46,28%, menurun dibandingkan porsi pada triwulan IV 2009 yaitu sebesar 48,71%. Kredit modal kerja yang disalurkan oleh perbankan di Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 8,29% (y-o-y), sementara kredit investasi tumbuh 73,33% (y-o-y), dan kredit konsumsi tumbuh sebesar 31,68% (y-o-y). Jumlah kredit modal kerja mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya, sedangkan kredit konsumsi dan investasi justru mengalami peningkatan.

Terkait kualitas kredit yang disalurkan oleh perbankan di Sulawesi Tengah pada triwulan laporan masih baik. “Hal ini ditunjukkan dari nilai NPL netto yang masih jauh dibawah batas toleransi (5 %).  Berdasarkan data pada bulan Maret 2010, NPL netto perbankan di Sulawesi Tengah berada pada level 0,82%, sedikit menurun dibandingkan posisi bulan Desember 2009 yang sebesar 0,83%,”ungkapnya.

Menurut Rawindra, adanya peningkatan penyaluran kredit oleh kelompok bank umum ternyata
diikuti oleh membaiknya kualitas aset (NPL), dimana NPL mengalami penurunan dari tingkat NPL gross sebesar 4,90% pada triwulan IV 2009 menjadi 3,54% pada akhir triwulan laporan.

Demikian pula NPL netto yang menurun dari 0,83% pada akhir triwulan IV 2009, menjadi 0,81% pada triwulan I 2010. Sementara itu, tingkat NPL BPR menunjukkan adanya peningkatan dari triwulan sebelumnya meski masih dibawah batas toleransi. NPL gross kelompok BPR berada di
posisi 2,22%, naik dari kondisi sebelumnya yang mencapai 1,85%, sementara secara netto NPL berada di posisi 1,11% atau naik dari posisi akhir triwulan sebelumnya sebesar 0,80%.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here