Idham khalid wafat, PPP Sulteng imbau kader gelar sholat gaib

0
126

PALU – Wafatnya tokoh kharismatik KH Dr Idham Chalid, pendiri PPP sekaligus mantan Ketua MPR dan DPA RI,  membawa duka mendalam kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan di daerah ini. Sosok almarhum dikenal sebagai pemersatu berbagai komponen dalam PPP.

‘’Ini tidak terlepas dari latarbelakang almarhum sebagai sosok yang pernah memimpin parpol dan organisasi berpengaruh di Indonesia, seperti Masyumi dan PBNU,’’ ujar kader muda PPP Sulteng, Muhammad Nur Sihaka kepada beritapalu.com. Kenangan mendalam terhadap sosok yang juga pernah menjadi bagian dari pemerintahan Orde Lama, juga diungkapkan oleh Sekretaris DPW PPP Sulteng, Asgar A Djuhaepa.

Pimpinan wilayah, ungkap Asgar mengimbau para pengurus partai, mulai dari pengurus wilayah hingga ranting, di seluruh Sulawesi Tengah untuk memasang bendera merah putih dan bendera PPP setengah tiang di rumah  masing-masing. Bendera merah putih dan bendera PPP dipasang berdampingan selama tiga hari penuh, terhitung sejak wafatnya almarhum hingga 13 Juli 2010.

Selain memasang bendera, kader, simpatisan dan seluruh pengurus diminta untuk melakukan salat gaib dirangkai pembacaan tahlil, yang dikoordinir oleh pengurus partai di tiap-tiap daerah secara berjenjang.  Tidak hanya kader PPP di Sulteng, tetapi juga secara nasional.

KH Idham Chalid Lahir di Satui, Kalsel 27 Agustus 1921. Ia seorang ulama dan politikus pelaku filosofi air. Dia juga salah satu putera  Indonesia yang pernah menjadi pucuk pimpinan di lembaga eksekutif, legislatif dan ormas. Misalnya pernah menjadi Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR/MPR, dan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama. Selain itu almarhum pernah memimpin tiga parpol berbeda yaitu Masyumi, NU dan PPP.

Memulai karir politik dari anggota DPRD Kalsel, selama 28 tahun memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pernah menjadi Wakil Perdana Menteri pada era pemerintahan Soekarno, Menteri Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Sosial pada era pemerintahan Soeharto dan mantan Ketua DPR/MPR. Idham juga pernah menjadi Ketua Partai Masyumi, Pendiri/Ketua Partai Nahdlatul Ulama dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP).(Beritapalu.com/BP005/BP002)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here