Amuk massa di Poso, tiga ruko terbakar

0
170

POSO – Amuk massa kembali terjadi di Kota Poso Sabtu kemarin. Akibatnya, sebuah toko handphone  di Kelurahan Kayamanya, rata dengan tanah dibakar massa.
Amuk massa ni wilayah eks kerusuhan ini disebabkan peristiwa pembunuhan terhadap seorang perempuan bernama Resky Septiani (22)  yang dibunuh oleh suaminya Rony (21)  hari Jumat  (9/7) lalu.

Latar belakang pembunuhan itu juga hingga kini belum diketahui. Rony nekat membunuh istrinya dengan menggunakan sebilah  pisau yang menyebabkan korban menderita lima luka tusukan dibagian leher, dada dan perut.

Korban kemudian dilarikan oleh sejumah warga yang mengetahui kejadian itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso. Namun sayang di tengah perjalanan korban kehabisan darah dan meregang nyawa.   Keesokan harinya Sabtu, (10/7) korban dimakamkan di tempat pemakaman umum Kota Poso di Kelurahan Kayamanya.

Tak mampu menahan amarah, keluarga korban dan sekelompok orang yang marah atas peristiwa pembunuhan tersebut, usai memakamkan  mendatangi toko handphone Herdis, milik keluraga Rony yang terletak sekitar 20 meter dari SPBU Kayamanya di Jalan Pulau Sumatera Kota Poso.
Sekelompok warga tersebut kemudian mulai merusak toko milik keluarga pelaku penikaman itu. Tak berhitung menit, api sudah mulai membakar toko yang terdiri dari tiga bagian ini. Sejumlah warga dan beberapa orang dari kepolisian hanya bisa melihat aksi warga yang sedang meluapkan emosi itu.

Perlahan-lahan Asap tebal mulai muncul akibat dari pembakaran itu kemudian mengundang warga yang datang untuk menyaksikan kebakaran sehingga membuat kemacetan di jalan utama kota Poso ini.

Usai sekelompok orang yang melakukan pembakaran toko tersebut meninggalkan lokasi itu. Sejumlah warga sekitarpun berupaya memadamkan di sekitar lokasi kebakaran.  Namun warga yang hanya bermodalkan sejumlah ember dan air yang berasal dari selokan tidak mampu menahan api yang sudah terlanjur melahap seluruh bagian bangunan.

Pemadam kebakaran yang tiba sekitar 20 menit kemudian juga sudah terlambat menyelamatkan bangunan toko, sehingga hanya mengamankan sebuah swalayan yang terletak persis disebelah toko yang terbakar.

Sejumlah personil kepolisian Resort Poso berkekuatan 3 peleton kemudian diterjunkan untuk mengamankan situasi kota Poso.

Dari pantauan beritapalu.com, situasi kota Poso tetap kondusif meskipun aktifitas di Pasar Sentral Poso yang berjarak sekira 50 meter dari lokasi kejadian sempat terganggu karena banyaknya pedagang yang memilih menutup kiosnya karena takut jika perisitiwa pembakaran itu merembes ke pasar Sentral Poso.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Poso, AKP. Jony Katibin menyatakan motif kejadian pembunuhan terhadap Resky Septiani terkait dengan rencana korban untuk menggugat cerai sang suami.

Ditempat yang berbeda Mutmainnah Korona, salah seorang aktivis perempuan yang bekerja di Poso mengomentari kasus ini kemudian menyatakan bahwa Polisi harus menegakkan supremasi hokum untuk keadilan terhadap perempuan.

“Apalagi ini kasus penghilangan nyawa,” ungkapnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here