Uang rampokan ratusan juta hanya dibelikan martabak

0
206

SIGI –  Aksi perampokan yang dilakukan Onsik, sang bendahara Kantor Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kabupaten Sigi, memang bukan karena untuk memperkaya diri sendiri. Buktinya, saking bingungnya, uang hasil rekayasa perampokannya justru dibelikan martabak dan rambutan.

Kepada beritapalu.com, tersangka penggelapan uang gaji 13 milik guru SD dan TK di Kecamatan Marawola Barat, mengaku bingung menggunakan uang hasil rekayasa perampokannya itu. Dia bahkan tidak bisa menggunakan uang itu untuk membeli barang-barang berharga.

“Uang itu hanya saya belikan  martabak, bensin dan rambutan,’’ aku tersangka Onsik di Polsek Marawola kemarin.

Dia menceritakan, pada hari senin ia mengambil uang di Bank Sulteng. Saat itu timbullah niat jahatnya untuk menggelapkan uang ratusan juta rupiah tersebut. Ia sempat menggunakan uang tersebut sejumlah Rp.84.000 untuk di gunakan membeli bahan bakar (bensin), dan membeli martabak serta rambutan.

“Saya tidak sangka juga kenapa bisa ada niat saya untuk menggelapkan uang ratusan juta rupiah tersebut, Saya bingung tidak tau mau digunakan untuk apa uang ratusan juta ini, Mau bagaimana lagi saya harus bertanggung jawab atas perlakuan saya,” cerita Onsik. yang ditemui beritapalu.com, di Polres Donggala Rabu kemarin

”Meski demikian, tersangka Onsik tetap harus bertanggungjawab atas perbuatannya.Onsik dijerat pasal 374 Penggelapan dalam jabatan dan pasal 242 keterangan palsu. Dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,’’tegas Kapolres Doggala AKBP I Nengah Subagia.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here