Rekayasa perampokan ala bendahara dikjar Sigi

0
271

*Gelapkan gaji 13 semilai Rp. 300 juta lebih

DONGGALA – Uang bisa bikin mabuk kepayang. Inilah yang dialami seorang bendahara di kantor Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Karena tergiur dengan uang banyak, sang bendahara terpaksa menggelapkan gaji guru di daerah itu. Modusnya, sang bendahara pura-pura dirampok.

Jumlah uang yang digelapkan sang bendahara bernama Onsik (39), warga Desa Wayu Kecamatan Marawola ini sebesar Rp. Rp,387.289.000. Uang sebesar itu adalah milik sejumlah guru SD dan TK di Kecamatan Marawola Barat. Uang itu adalah gaji 13 yang harus diterima para guru.

Sang bendahara berpura-pura dirampok oleh orang tak dikenal pada Hari senin (5/7) kemarin. Supaya aksinya tidak terendus, Onsik sang bendahara, melaporkan rekayasa perampokan terhadap dirinya ke Polsek Marawola. Dengan laporan bahwa dia telah dirampok oleh kawanan pencuri di Desa Balane Kecamatan Kinafaro sepulang dari mengambil uang gaji 13 dan gaji bulan juli para guru di Bank Sulteng.

Menerima laporan tersebut team penyedik polsek marawola dan dibantu oleh penyedik Polres Donggala langsung mengadakan olah TKP di Desa Balane Kecamatan Kinivaro.

Setelah melakukan olah TKP, penyedik Polsek Marawola dibantu penyidik Polres Donggala menemukan sesuatu janggal dari laporan Onsik.

Kejanggalan itu adalah pada saat Onsik mengaku dirampok, ia sedang mengendarai sepeda motor  lalu tiba-tiba muncul salah seorang yang menggunakan sepeda motor juga langsung memukul helm Onsik dari sisi kanan. Setelah memukul pelaku lansung melarikan diri. Onsik pun terjatuh dan helmnya pecah. Onsik juga mengaku mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Mendapatkan sesuatu yang ganjal dari laporan Onsik.team penyedik pun langsung mengadakan visum Kepada Onsik untuk mencari kebenaran dari laporan Onsik terkait perampokan yang terjadi padanya.

Hasil visum menguatkan tim penyedik bahwa perampokan ini hanyalah rekayasa Onsik semata.Karna tidak ada satupun memar yang terdapat di badan Onsik. Setelah Beberapa hari di Periksa Oleh team penyidik , Onsik pun mengaku bahwa ia memang merekayasa perampokan tersebut.

Saat itu juga Satuan Resor Polres Donggala, Senin (5/7), langsung meringkus Onsik di kediamannya. Dalam keteranganya, Ia mengaku mulanya tidak ada niat untuk menggelapkan gaji 13 dan gaji bulan juli  para guru tersebut. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here